
Pantau - Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi dijadwalkan melakukan kunjungan ke Korea Selatan selama dua hari mulai 19 Mei 2026 untuk bertemu Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung.
Pemberitahuan mengenai agenda kunjungan tersebut disampaikan pemerintah Jepang kepada parlemen dan diumumkan Wakil Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Masanao Ozaki dalam rapat komite pengarah DPR Jepang pada Kamis.
Pertemuan kedua pemimpin diperkirakan membahas penguatan kerja sama keamanan energi di tengah gangguan pasokan minyak mentah akibat konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran.
Bahas Energi dan Mineral Kritis
Sumber diplomatik menyebut Jepang dan Korea Selatan juga akan membicarakan penguatan rantai pasok mineral kritis yang dinilai penting untuk industri strategis kedua negara.
Menurut sumber tersebut, lokasi pertemuan kemungkinan digelar di Kota Andong, Korea Selatan bagian tenggara, yang merupakan kota kelahiran Presiden Lee Jae Myung.
Kunjungan PM Sanae Takaichi menjadi bagian dari praktik kunjungan timbal balik antara pemimpin Jepang dan Korea Selatan yang dikenal dengan istilah shuttle diplomacy atau diplomasi ulang-alik.
Hubungan Jepang-Korsel Terus Diperkuat
Hubungan bilateral Jepang dan Korea Selatan dalam beberapa waktu terakhir terus diperkuat, khususnya di bidang keamanan, ekonomi, dan stabilitas kawasan Asia Timur.
Sebelumnya, kedua negara juga sepakat meningkatkan kerja sama strategis bersama Amerika Serikat untuk menghadapi tantangan geopolitik regional.
Pemerintah Jepang berharap komunikasi tingkat tinggi tersebut dapat memperkuat koordinasi kedua negara dalam menjaga stabilitas pasokan energi dan rantai industri global.
- Penulis :
- Aditya Yohan





