
Pantau - Indonesia dan Rusia menyoroti pentingnya mengatasi ketegangan di Timur Tengah akibat aksi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran guna memulihkan stabilitas kawasan.
Pembahasan tersebut dilakukan dalam konsultasi antara Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta dan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Georgy Borisenko di Moskow pada Rabu.
Menurut pernyataan tertulis Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, kedua pihak bertukar pandangan mengenai berbagai isu di Timur Tengah, termasuk konflik Palestina-Israel serta perkembangan di Lebanon, Suriah, dan Yaman.
“Interaksi dalam kerangka Organisasi Kerja Sama Islam juga turut dibahas,” demikian isi pernyataan tersebut, Kamis.
Indonesia dan Rusia juga menegaskan perlunya penyelesaian menyeluruh atas berbagai perbedaan untuk memulihkan stabilitas kawasan Timur Tengah.
Tegaskan Dukungan pada Hukum Internasional
Dalam pertemuan itu, kedua negara kembali menegaskan dukungan terhadap penyelesaian berbagai persoalan kawasan sesuai hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
RI dan Rusia turut menekankan pentingnya prinsip non-intervensi, penghormatan terhadap kedaulatan negara, dan keutuhan wilayah.
Kedua pihak menilai ketegangan yang dipicu aksi militer AS dan Israel terhadap Iran perlu segera diatasi agar tidak memperburuk situasi kawasan.
RI dan Rusia Sepakat Lanjutkan Komunikasi
Pada akhir konsultasi, Indonesia dan Rusia mencatat adanya kesamaan pandangan terhadap sejumlah isu internasional yang dibahas.
Kedua negara juga sepakat untuk terus melanjutkan komunikasi dan koordinasi terkait perkembangan situasi di Timur Tengah.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penguatan hubungan diplomatik RI dan Rusia dalam merespons dinamika geopolitik global.
- Penulis :
- Aditya Yohan





