HOME  ⁄  Geopolitik

UNICEF Sebut 59 Anak Tewas atau Terluka di Lebanon dalam Sepekan Terakhir

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

UNICEF Sebut 59 Anak Tewas atau Terluka di Lebanon dalam Sepekan Terakhir
Foto: (Sumber: Suasana bangunan-bangunan yang hancur akibat serangan udara Israel di Zrariyeh, Lebanon Selatan, (9/4/2026) waktu setempat. ANTARA FOTO/Xinhua/Ali Hashisho/sgd.)

Pantau - United Nations Children's Fund atau UNICEF menyatakan sedikitnya 59 anak tewas atau terluka di Lebanon selama sepekan terakhir meski perjanjian gencatan senjata telah diberlakukan.

UNICEF juga memperingatkan dampak fisik dan psikologis terhadap anak-anak di Lebanon terus memburuk akibat konflik berkepanjangan.

Menurut data Kementerian Kesehatan Lebanon, sedikitnya 23 anak tewas dan 93 lainnya terluka sejak gencatan senjata berlaku pada pertengahan April 2026.

Secara keseluruhan, jumlah korban anak-anak sejak 2 Maret 2026 tercatat mencapai 200 orang tewas dan 806 lainnya terluka.

UNICEF Soroti Trauma Anak Akibat Konflik

Direktur Regional UNICEF untuk Timur Tengah dan Afrika Utara Edouard Beigbeder mengatakan anak-anak di Lebanon seharusnya sudah kembali menjalani kehidupan normal.

“Anak-anak tewas dan terluka ketika mereka seharusnya kembali ke ruang kelas, bermain bersama teman-teman, dan pulih dari ketakutan serta kekacauan yang telah berlangsung berbulan-bulan,” kata Beigbeder.

Ia menegaskan meski gencatan senjata diberlakukan untuk menghentikan kekerasan, anak-anak masih terus mengalami serangan dan trauma berulang.

Menurut UNICEF, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak psikologis jangka panjang bagi para korban.

Pada Rabu saja, sedikitnya 33 orang termasuk perempuan dan anak-anak dilaporkan tewas akibat eskalasi serangan Israel di wilayah selatan dan tengah Lebanon.

Data tersebut disampaikan Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat Lebanon dan media lokal.

Lebih dari 770 Ribu Anak Alami Tekanan Psikologis

UNICEF menyebut lebih dari 770 ribu anak di Lebanon mengalami tekanan psikologis akibat paparan kekerasan, pengungsian, dan kehilangan anggota keluarga.

Gejala yang dialami anak-anak dan pengasuh mereka meliputi rasa takut, kecemasan, mimpi buruk, insomnia, hingga putus asa.

UNICEF kembali menyerukan perlindungan terhadap anak-anak dan warga sipil di tengah konflik yang terus berlangsung di Lebanon.

Penulis :
Aditya Yohan