HOME  ⁄  Geopolitik

Menlu Iran Tegaskan Teheran Tak Akan Menyerah pada Tekanan AS dan Israel

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Menlu Iran Tegaskan Teheran Tak Akan Menyerah pada Tekanan AS dan Israel
Foto: (Sumber: Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. ANTARA/Ahmet Serdar Eser/Anadolu/pri..)

Pantau - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan negaranya tidak akan menyerah pada tekanan maupun ancaman di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan itu disampaikan Araghchi dalam pertemuan Menteri Luar Negeri BRICS 2026 di India.

“Seperti yang telah berulang kali saya tekankan, tidak ada solusi militer untuk masalah apa pun yang berkaitan dengan Iran. Kami, rakyat Iran, tidak akan menyerah pada tekanan atau ancaman apa pun, tetapi kami akan merespons dengan hormat,” kata Araghchi seperti dikutip Kantor Berita Fars.

Araghchi menyebut Iran telah dua kali menjadi sasaran agresi brutal dan ilegal oleh AS dan Israel dalam kurun waktu kurang dari satu tahun.

Menurut dia, tekanan militer justru membuat Iran semakin kuat dan bersatu.

“Sekarang harus jelas bagi semua orang bahwa Iran tidak terkalahkan dan setiap kali berada di bawah tekanan, Iran muncul lebih kuat dan lebih bersatu dari sebelumnya,” ujarnya.

Iran Klaim Tetap Utamakan Diplomasi

Dalam forum BRICS yang berlangsung di tengah konflik kawasan Timur Tengah tersebut, Araghchi menegaskan Iran tetap berkomitmen pada jalur diplomasi.

Namun, Iran juga menyatakan siap memberikan respons keras terhadap ancaman asing.

Dia mengatakan angkatan bersenjata Iran siap memberikan balasan kuat terhadap setiap bentuk agresi.

“Dalam situasi yang memalukan ini, kami bukanlah agresor, melainkan pihak yang dirugikan dan haknya dilanggar,” kata Araghchi.

Pertemuan BRICS 2026 sendiri mengusung tema “Membangun Ketahanan, Inovasi, Kerja Sama, dan Keberlanjutan”.

Forum tersebut diikuti Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Etiopia, Uni Emirat Arab, Iran, dan Indonesia.

Ketegangan Timur Tengah Masih Berlanjut

Ketegangan kawasan meningkat sejak serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Iran kemudian membalas serangan tersebut hingga memicu penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur utama perdagangan energi dunia.

Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 8 April 2026.

Namun, perundingan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan damai permanen.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemudian mengumumkan gencatan senjata tetap berlaku tanpa batas waktu meski ketegangan militer masih berlangsung.

Amerika Serikat juga disebut mempertahankan blokade angkatan laut terhadap Iran sejak 13 April 2026.

Penulis :
Aditya Yohan