
Pantau - Gerakan Palestina Hamas menyerukan Fatah untuk menggelar pertemuan langsung guna menyusun strategi nasional bersama dalam menghadapi situasi krisis yang terus berlangsung di Palestina.
Seruan tersebut disampaikan Hamas melalui pernyataan resmi yang diperoleh RIA Novosti pada Kamis (14/5/2026).
“Kami menyerukan kepada saudara-saudara kami di gerakan Fatah untuk mengadakan pertemuan langsung, setelah berakhirnya konferensi mereka saat ini, untuk menyepakati strategi nasional terkait seluruh isu yang menjadi perhatian rakyat kami,” demikian pernyataan Hamas.
Hamas menilai saat ini menjadi momentum penting untuk mengatasi perbedaan internal antarfraksi Palestina.
“Saat ini, kami memerlukan konsensus nasional internal agar dapat menghadapi tantangan dan bahaya yang kami hadapi,” lanjut pernyataan tersebut.
Konflik Gaza dan Gencatan Senjata
Seruan Hamas muncul di tengah situasi konflik berkepanjangan antara Hamas dan Israel di Jalur Gaza.
Perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku sejak 10 Oktober 2025.
Namun, Hamas menuding Israel telah berkali-kali melanggar kesepakatan tersebut.
Juru bicara Hamas Ghazi Hamad mengatakan kepada RIA Novosti bahwa tentara Israel disebut telah melanggar gencatan senjata hingga ratusan kali.
Perang antara Hamas dan Israel yang meletus sejak Oktober 2023 telah menyebabkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Lebih dari 70 ribu warga Palestina dilaporkan tewas dan lebih dari 170 ribu lainnya mengalami luka-luka.
Sementara itu, Israel menyebut sedikitnya 1.200 warganya juga meninggal dunia akibat konflik tersebut.
Rekonstruksi Gaza Diperkirakan Capai Rp1.230 Triliun
Kerusakan besar di Jalur Gaza diperkirakan membutuhkan waktu panjang untuk pemulihan.
Berbagai organisasi regional dan internasional memperkirakan rekonstruksi Gaza memerlukan waktu sedikitnya satu dekade.
Dana yang dibutuhkan untuk membangun kembali wilayah tersebut diperkirakan mencapai 70 miliar dolar AS atau sekitar Rp1.230 triliun.
Sebelumnya, Hamas dan Fatah kerap mengalami perbedaan pandangan politik dalam pemerintahan Palestina.
Namun, Hamas kini menekankan pentingnya persatuan nasional di tengah situasi konflik dan krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





