HOME  ⁄  Geopolitik

Presiden Iran Masoud Pezeshkian Tegaskan Komitmen Diplomasi di Tengah Ketegangan dengan AS dan Israel

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Presiden Iran Masoud Pezeshkian Tegaskan Komitmen Diplomasi di Tengah Ketegangan dengan AS dan Israel
Foto: Foto arsip ini menunjukkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato di Teheran, Iran, Rabu 11/2/2026 (sumber: Xinhua/Shadati)

Pantau - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Iran tetap berkomitmen pada diplomasi dan solusi damai di tengah meningkatnya ketegangan kawasan menyusul konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian dalam pesan kepada Pope Leo XIV sebagaimana dilaporkan media pemerintah Iran dan kantor berita IRNA pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Pezeshkian Apresiasi Sikap Pope Leo XIV

Pezeshkian menyampaikan apresiasi Teheran atas sikap moral dan logis yang ditunjukkan Pope Leo XIV terkait agresi militer baru-baru ini terhadap Iran.

Ia juga menegaskan bahwa Iran tetap membuka jalur diplomasi meski situasi keamanan kawasan terus memanas.

“Iran tetap berkomitmen pada diplomasi dan solusi damai,” ungkap Pezeshkian dalam pesannya kepada Pope Leo XIV.

Presiden Iran menyatakan negaranya menargetkan sasaran milik Amerika Serikat dan Israel dalam kerangka pertahanan yang sah.

Pezeshkian turut menyerukan komunitas internasional untuk bertindak secara bertanggung jawab terhadap tindakan ilegal Amerika Serikat.

Ketegangan Kawasan Meningkat Sejak Serangan Februari

Ketegangan kawasan meningkat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Sebagai tanggapan, Teheran melakukan serangan balasan yang menargetkan Israel dan sekutu-sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Iran juga melakukan penutupan Selat Hormuz sebagai bagian dari respons terhadap serangan tersebut.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan.

Namun, perundingan yang berlangsung di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen antara pihak-pihak yang terlibat.

Presiden Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tersebut tanpa batas waktu.

Penulis :
Arian Mesa