
Pantau - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menyambut baik perpanjangan gencatan senjata selama 45 hari antara Lebanon dan Israel.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui kantor pers PBB pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Guterres kembali menegaskan dukungan PBB terhadap seluruh upaya untuk mengakhiri permusuhan dan meringankan penderitaan masyarakat di kedua sisi Garis Biru.
Garis Biru merupakan garis demarkasi perbatasan antara Lebanon dan Israel yang ditetapkan PBB pada tahun 2000.
PBB Desak Semua Pihak Hormati Penghentian Permusuhan
Dalam keterangannya, kantor pers PBB menyampaikan agar seluruh pihak mematuhi penghentian permusuhan yang telah disepakati.
“Sekjen PBB mendesak semua pihak untuk sepenuhnya menghormati penghentian permusuhan, menghentikan serangan lebih lanjut, dan mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional, termasuk hukum humaniter internasional, setiap saat,” demikian pernyataan kantor pers PBB.
PBB juga menegaskan komitmennya untuk mendukung seluruh upaya diplomatik guna mendorong implementasi penuh Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB.
Resolusi 1701 Dibuat untuk Akhiri Konflik 2006
Resolusi 1701 Dewan Keamanan PBB dibuat untuk membantu menyelesaikan Perang Lebanon tahun 2006 antara Hizbullah dan Israel.
Perpanjangan gencatan senjata dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas kawasan dan mencegah eskalasi konflik lebih lanjut.
- Penulis :
- Gerry Eka





