
Pantau - Amerika Serikat diperkirakan membutuhkan 7.800 satelit untuk mendukung sistem pertahanan udara Golden Dome dengan total biaya mencapai 743 miliar dolar AS atau sekitar Rp13 kuadriliun selama 20 tahun.
Analisis tersebut disampaikan Kantor Anggaran Kongres Amerika Serikat (Congressional Budget Office/CBO) yang dikutip RIA Novosti terkait proyek pertahanan udara berbasis ruang angkasa milik Departemen Pertahanan AS.
Lapisan pencegat berbasis ruang angkasa disebut menjadi komponen paling mahal dalam proyek Golden Dome dengan estimasi total pengembangan, operasional, dan pemeliharaan mencapai 1,2 triliun dolar AS selama dua dekade.
Sistem Pencegat Rudal Jadi Komponen Termahal
CBO menyebut sistem satelit ruang angkasa menyumbang sekitar 60 persen dari total pengeluaran proyek Golden Dome.
Biaya tersebut juga mencapai 70 persen dari total anggaran akuisisi yang diperkirakan menyentuh 1 triliun dolar AS.
Angka itu jauh lebih besar dibanding estimasi sebelumnya sebesar 185 miliar dolar AS yang pernah disampaikan Direktur Kantor Golden Dome untuk pengembangan sistem dalam 10 tahun ke depan.
CBO menjelaskan satelit akan ditempatkan di orbit rendah pada ketinggian 300 hingga 500 kilometer untuk mencegat rudal saat fase awal peluncuran atau boost phase.
Namun, orbit rendah menyebabkan hambatan atmosfer yang membuat usia satelit diperkirakan hanya bertahan sekitar lima tahun.
Untuk mempertahankan jumlah satelit tetap aktif, AS diperkirakan harus meluncurkan sekitar 1.600 satelit pengganti setiap tahun atau total 30 ribu peluncuran selama 20 tahun.
Golden Dome Dirancang Hadapi Ancaman Rudal
Konstelasi ribuan satelit dibutuhkan karena satelit tidak dapat terus berada di satu titik peluncuran rudal akibat pergerakan orbit.
Dengan sistem tersebut, AS berharap selalu memiliki satelit pencegat yang cukup dekat untuk menghentikan rudal sebelum fase awal peluncuran berakhir.
Selain jaringan satelit, proyek Golden Dome juga mencakup pertahanan berbasis darat dan infrastruktur pelacakan.
CBO memperkirakan 35 sektor pertahanan regional akan menghabiskan biaya sekitar 187 miliar dolar AS untuk menghadapi ancaman rudal jelajah dan hipersonik.
Sementara itu, konstelasi satelit pelacakan diperkirakan membutuhkan anggaran tambahan sebesar 90 miliar dolar AS ditambah 92 miliar dolar AS untuk riset dan integrasi sistem.
- Penulis :
- Aditya Yohan





