HOME  ⁄  Geopolitik

Iran Bentuk Otoritas Baru untuk Kelola Selat Hormuz di Tengah Ketegangan dengan AS

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Iran Bentuk Otoritas Baru untuk Kelola Selat Hormuz di Tengah Ketegangan dengan AS
Foto: (Sumber : Arsip - Sebuah kapal pengangkut barang terlihat di Selat Hormuz. (ANTARA/Anadolu/py.).)

Pantau - Iran mengumumkan pembentukan otoritas baru untuk mengelola Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat terkait jalur pelayaran strategis tersebut.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran pada Senin (18/5) menyatakan lembaga baru itu akan memberikan informasi terkini mengenai operasi dan perkembangan terbaru di Selat Hormuz melalui platform X.

Namun, pemerintah Iran belum menjelaskan secara rinci struktur, kewenangan, maupun tanggung jawab otoritas baru tersebut.

Iran Siapkan Mekanisme Pengaturan Kapal

Ketua Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Ebrahim Azizi sebelumnya menyebut negaranya telah menyiapkan mekanisme pengaturan lalu lintas maritim melalui jalur tertentu di Selat Hormuz.

Ia mengatakan Iran juga akan mengenakan biaya terhadap kapal yang menggunakan layanan khusus dalam mekanisme tersebut.

"Dalam proses ini, hanya kapal komersial dan pihak yang bekerja sama dengan Iran yang akan memperoleh manfaat," tulis Azizi di X.

Langkah itu muncul setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan menyerang Israel dan sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk, disertai penutupan Selat Hormuz.

Selat Hormuz Jadi Jalur Strategis Dunia

Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur energi paling penting di dunia karena menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan pasar internasional.

Gangguan di kawasan itu memicu kekhawatiran global terhadap pasokan minyak, bahan bakar, dan gas dunia sejak konflik memanas.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun pembicaraan lanjutan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan jangka panjang.

Sejak 13 April, Amerika Serikat juga dilaporkan memberlakukan blokade laut terhadap lalu lintas maritim Iran di kawasan Selat Hormuz.

Penulis :
Ahmad Yusuf