
Pantau - Seluruh kapal peserta misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) yang berlayar menuju Jalur Gaza dilaporkan dicegat pasukan Israel di perairan internasional saat mencoba menembus blokade Gaza.
Koalisi aktivis pro-Palestina Global Sumud Flotilla mengonfirmasi pencegatan tersebut melalui platform Telegram pada Selasa (19/5).
"Semua kapal telah dicegat. Kami menunggu informasi terbaru terkait penculikan ilegal mereka," tulis GSF dalam keterangannya.
Konvoi bantuan kemanusiaan itu diketahui berangkat dari Barcelona, Spanyol, pada 15 April 2026 dengan tujuan mengirimkan bantuan ke Jalur Gaza.
Kapal Disebut Dirusak dan Dikepung
GSF menyebut kapal-kapal mereka sebelumnya juga sempat diambil alih pasukan Israel pada malam 29 hingga 30 April di dekat Pulau Kreta.
Dalam insiden tersebut, aktivis menuduh pasukan Israel merusak mesin kapal serta sistem navigasi sebelum meninggalkan armada mereka di laut.
Kemudian pada Senin (18/5), kapal misi kemanusiaan kembali dikepung kapal perang Israel di perairan internasional sekitar 250 mil laut dari pesisir Gaza.
Menurut koalisi aktivis tersebut, misi terbaru flotilla melibatkan sekitar 100 kapal dengan lebih dari 2.000 peserta dari berbagai negara.
Misi Kemanusiaan Gaza Jadi Sorotan Internasional
Pencegatan armada bantuan Gaza itu kembali memicu perhatian internasional terhadap situasi kemanusiaan di wilayah Palestina yang masih berada di bawah blokade.
Sebelumnya, sejumlah negara termasuk Indonesia juga mengecam tindakan Israel terhadap armada Global Sumud Flotilla.
Pemerintah Indonesia bahkan dilaporkan terus memantau kondisi warga negara Indonesia yang ikut dalam misi kemanusiaan tersebut.
Berita mengenai pencegatan kapal flotilla Gaza ini dikutip dari kantor berita Sputnik.
- Penulis :
- Aditya Yohan





