HOME  ⁄  Geopolitik

Korut Kecam Penjualan Senjata AS ke Korea Selatan dan Sebut Ancaman Regional

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Korut Kecam Penjualan Senjata AS ke Korea Selatan dan Sebut Ancaman Regional
Foto: (Sumber : Arsip - Jet tempur Korea Selatan dan Amerika Serikat ambil bagian dalam latihan pengeboman bersama di Korea Selatan, Selasa (4/10/2022). (ANTARA FOTO/Kementerian Pertahanan Korea Selatan/Yonhap via REUTERS/rwa).)

Pantau - Korea Utara atau Republik Demokratik Rakyat Korea (RRDK) mengutuk penjualan senjata Amerika Serikat ke Korea Selatan karena dinilai menjadi ancaman bagi keamanan kawasan Asia Timur Laut dan memicu meningkatnya ketegangan militer regional.

Kecaman tersebut disampaikan melalui Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) pada Jumat menyusul persetujuan Departemen Luar Negeri AS terkait penjualan helikopter operasi maritim dan suku cadang helikopter kepada Korea Selatan senilai lebih dari 4 miliar dolar AS.

Pemerintah Korut menilai ekspor senjata besar-besaran AS ke Korea Selatan dan Jepang menjadi pemicu memburuknya situasi keamanan di kawasan Asia-Pasifik.

Korut Sebut Ketegangan Regional Kian Meningkat

Melalui pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri RRDK, Pyongyang menuding kebijakan Washington memperbesar risiko konflik di kawasan.

“Ekspor senjata besar-besaran AS ke sejumlah negara dan kawasan seperti Korsel dan Jepang menjadi penyebab terus meningkatnya ketegangan militer di Asia-Pasifik serta mengisyaratkan prospek suram bagi kawasan tersebut,” demikian pernyataan yang dikutip KCNA.

Korut juga menegaskan akan meningkatkan kesiapan tempur dan memodernisasi sistem pertahanannya untuk menghadapi ancaman keamanan yang muncul.

Korut Tegaskan Siap Perkuat Pertahanan

Pemerintah RRDK menyatakan akan mengambil langkah tegas demi menjaga kedaulatan dan keamanan nasional di tengah meningkatnya aktivitas militer di Semenanjung Korea.

“RRDK akan secara tegas menangkal seluruh ancaman keamanan dengan memodernisasi kemampuan pertahanannya dan memastikan kesiapan tempur penuh,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri RRDK.

Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Asia Timur Laut yang melibatkan Korea Utara, Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat.

Penulis :
Aditya Yohan