
Pantau - Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan atau OCHA menyatakan sistem layanan kesehatan di Jalur Gaza masih berada di bawah tekanan sangat besar sehingga akses masuk pasokan esensial perlu segera dibuka.
Dalam laporan harian yang dirilis Kamis, 21 Mei 2026, OCHA menyebut Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO telah mencatat 22 serangan terhadap fasilitas kesehatan dan layanan perawatan medis di Gaza yang menyebabkan korban jiwa serta mengganggu transportasi medis.
OCHA juga mengungkapkan mitra lembaga bantuan kemanusiaan masih menghadapi kesulitan akses air bersih di Gaza.
Menurut laporan tersebut, tiga dari empat keluarga di Gaza kini bergantung pada distribusi air menggunakan truk tangki.
Sejumlah organisasi bantuan saat ini mendistribusikan sekitar 24 ribu meter kubik air setiap hari melalui sekitar 2.000 titik distribusi di wilayah Gaza.
OCHA Soroti Risiko Gangguan Distribusi Air
OCHA memperingatkan operasi pengiriman air sangat bergantung pada generator dan mesin yang berisiko mengalami kerusakan akibat minimnya material untuk perawatan dan perbaikan.
Kondisi tersebut dinilai dapat memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza jika pasokan bahan pendukung tidak segera masuk.
Sementara itu, WHO menyebut selama empat bulan pertama tahun 2026 lebih dari sepertiga permohonan izin berobat pasien ke Yerusalem Timur dan Israel ditolak atau mengalami penundaan.
Menurut WHO, angka persetujuan izin berobat saat ini jauh lebih rendah dibandingkan sebelum perang pecah pada Oktober 2023.
Saat itu, lebih dari dua pertiga permohonan izin pengobatan pasien Gaza dapat disetujui.
Krisis Kesehatan Gaza Jadi Sorotan Dunia
PBB menilai tekanan terhadap sistem kesehatan Gaza terus meningkat seiring terbatasnya pasokan bantuan kemanusiaan dan terganggunya layanan medis akibat konflik berkepanjangan.
Krisis tersebut juga diperparah dengan terbatasnya akses air bersih, kerusakan fasilitas kesehatan, serta meningkatnya kebutuhan layanan medis bagi warga sipil.
Laporan itu kembali menegaskan pentingnya dukungan internasional dan pembukaan akses kemanusiaan untuk menjaga keberlangsungan layanan kesehatan di Gaza.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





