
Pantau - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif mendukung pengembangan dan promosi jamu Indonesia ke pasar global sebagai produk kesehatan sekaligus ekonomi kreatif unggulan nasional.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya mengatakan jamu memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar internasional melalui dukungan ekosistem digital, riset, dan penguatan merek.
"Jamu bukan sekadar warisan tradisi, tapi produk ekonomi kreatif yang punya potensi besar di pasar dunia," ungkap Teuku Riefky Harsya saat menerima audiensi Dewan Jamu Indonesia (DJI) di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Rabu.
"Lewat dukungan ekosistem digital, riset, dan ilmu pengetahuan, kita harus ubah kekayaan budaya ini menjadi produk modern yang diminati global," lanjutnya.
Pemerintah Dorong Branding dan Digitalisasi Produk Jamu
Kementerian Ekonomi Kreatif menyatakan akan mendukung penguatan merek, pemanfaatan hak kekayaan intelektual, serta perluasan akses pasar produk jamu melalui berbagai platform digital.
Selain itu, pemerintah juga akan membantu promosi produk jamu Indonesia ke pasar internasional agar mampu bersaing secara global.
"Kreativitas budaya kita sudah luar biasa sejak dulu, namun tantangan terbesarnya adalah komersialisasi dan monetize," kata Teuku Riefky Harsya.
"Melalui ekosistem digital, kita bantu branding dan kurasi produk yang unik agar siap menangkap peluang global tanpa harus panik dalam memenuhi kapasitas produksinya," tambahnya.
DJI Siapkan Konferensi Jamu Internasional 2026
Dewan Jamu Indonesia menghimpun pelaku usaha, peracik jamu, akademisi, peneliti, komunitas, dan pemangku kepentingan lain dalam pengembangan serta pelestarian jamu sebagai warisan budaya Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, DJI dan Kementerian Ekonomi Kreatif membahas kolaborasi penyelenggaraan The 2nd Jamu International Conference & Expo (JICE) yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026.
Konferensi dan pameran internasional itu akan menggabungkan kegiatan ilmiah, pameran industri, dan promosi budaya dalam satu platform terpadu.
"Berangkat dari kesuksesan gelaran JICE yang pertama, kami berkomitmen untuk terus merajut seluruh pemangku kepentingan guna mengembangkan, melestarikan, dan menduniakan jamu," ujar Ketua Umum DJI Daniel Tjen.
"Kami sangat mengapresiasi dukungan luar biasa dari Kementerian Ekraf yang bersedia berjalan beriringan bersama kami untuk menyukseskan agenda besar ini," lanjutnya.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





