HOME  ⁄  Lifestyle

Dokter Kulit Bagikan Kiat Cegah Infeksi bagi Pemotong Hewan Kurban

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Dokter Kulit Bagikan Kiat Cegah Infeksi bagi Pemotong Hewan Kurban
Foto: (Sumber : Arsip Foto - Pekerja memotong daging kurban sapi di UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Bayur, Kota Tangerang, Banten, Jumat (6/6/2025). ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nym/am..)

Pantau - Dermatolog dr. Arini Astasari Widodo mengingatkan para petugas penyembelihan hewan kurban agar menerapkan langkah perlindungan untuk mencegah masalah kulit dan risiko infeksi saat Hari Raya Idul Adha.

Dokter spesialis dermatologi tersebut menyebut paparan darah, cairan tubuh, dan kotoran hewan dapat memicu iritasi hingga infeksi kulit jika kebersihan tidak dijaga dengan baik.

Petugas Kurban Diminta Gunakan Alat Pelindung

dr. Arini menyarankan petugas menggunakan alat pelindung diri seperti sarung tangan tahan air, sepatu bot, dan pakaian lengan panjang selama proses penyembelihan.

“Gunakan alat pelindung seperti sarung tangan tahan air atau sarung tangan kerja yang sesuai, sepatu bot, pakaian lengan panjang, dan hindari kontak langsung darah maupun cairan tubuh hewan dengan kulit terbuka,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar luka kecil di tangan ditutup menggunakan plester tahan air sebelum bekerja.

Menurutnya, infeksi kulit seperti impetigo, selulitis, folikulitis, hingga abses dapat terjadi jika kebersihan kulit tidak dijaga saat menangani hewan kurban.

“Meski jarang, terdapat juga risiko zoonosis atau penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia, terutama bila terdapat luka terbuka pada kulit dan kebersihan tidak dijaga dengan baik,” ujarnya.

Segera Bersihkan Luka dan Periksakan Jika Infeksi

dr. Arini menyarankan petugas kurban menghindari menyentuh wajah, mata, atau mulut saat bekerja guna meminimalkan risiko infeksi.

Ia juga menganjurkan vaksinasi tetanus bagi petugas yang bertugas menyembelih dan menangani daging kurban.

Setelah proses penyembelihan selesai, petugas diminta segera mencuci tangan dan membersihkan bagian tubuh yang terkena darah atau kotoran hewan.

“Bila iritasi disertasi munculnya kemerahan, gatal, atau rasa perih yang cukup berat, dapat diberikan krim anti-inflamasi ringan sesuai anjuran dokter,” katanya.

Untuk luka akibat sayatan pisau, dr. Arini menyarankan menghentikan perdarahan dengan kasa atau kain bersih, kemudian membersihkan luka menggunakan air mengalir dan antiseptik ringan sebelum ditutup perban steril.

Ia menegaskan petugas harus segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika luka cukup dalam atau muncul tanda infeksi seperti bengkak, nanah, nyeri berat, maupun demam.

Penulis :
Aditya Yohan
Editor :
Aditya Yohan