
Pantau - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Jember merekomendasikan penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kaliwates 7 setelah belasan siswa diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan program MBG yang didistribusikan pada Rabu, 20 Mei 2026.
Satgas Nilai SPPG Lalai Jalankan Tugas
Kepala Satgas MBG Jember Achmad Imam Fauzi mengatakan rekomendasi penutupan dilakukan karena pengelola SPPG dinilai lalai dalam menjalankan tugas sehingga menyebabkan anak-anak penerima program MBG mengalami keluhan kesehatan.
“Kami merekomendasikan dengan tegas agar SPPG tersebut ditutup karena menyebabkan anak-anak penerima MBG mengeluhkan sakit,” ungkap Achmad Imam Fauzi.
Ia menyebut SPPG Kaliwates 7 sebelumnya telah beberapa kali menerima peringatan terkait pelayanan dan pengelolaan makanan.
Menurutnya, berbagai keluhan masyarakat terhadap SPPG tersebut kerap masuk melalui kanal pengaduan Wadul Gus'e.
Namun, Satgas MBG menilai pengelola tidak melakukan perbaikan meski sudah mendapat sejumlah teguran.
“Tidak ada toleransi bagi SPPG yang abai terhadap aspek keselamatan anak-anak penerima MBG dan pemerintah menyayangkan sikap pengelola yang tidak mengindahkan berbagai peringatan yang sebelumnya dilayangkan terkait keluhan warga di kanal Wadul Gus'e,” tegasnya.
Satgas MBG juga melakukan pengecekan langsung ke dapur SPPG di Jalan Teratai untuk memastikan prosedur pengolahan dan penyajian makanan bagi ribuan pelajar berjalan sesuai standar.
Belasan Siswa Mengalami Mual dan Pusing
Sebelumnya, belasan siswa dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan makanan program MBG di sekolah mereka.
Keluhan yang dialami para siswa antara lain mual dan pusing setelah mengonsumsi paket makanan yang dikirim oleh SPPG Mitra Kaliwates 7.
SPPG tersebut mendistribusikan sebanyak 2.447 paket MBG ke 15 sekolah di sekitar wilayah operasionalnya.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa para siswa penerima program MBG tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Jember, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh korban dan orang tua atas peristiwa tersebut,” ujar Muhammad Fawait.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menegaskan pemerintah daerah sebelumnya telah mengingatkan seluruh SPPG agar mematuhi standar operasional prosedur atau SOP yang berlaku.
Ia meminta seluruh pengelola SPPG di Jember memastikan kualitas dan keamanan makanan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Berdasarkan pantauan di lapangan, SPPG Mitra Kaliwates 7 tidak beroperasi sementara sejak Kamis hingga batas waktu yang belum ditentukan.
- Penulis :
- Leon Weldrick





