
Pantau - Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua menunjuk Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol sebagai simbol percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Papua Pegunungan guna mendorong optimalisasi pelaksanaan program nasional tersebut di delapan kabupaten.
Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix V Wanggai mengatakan percepatan program MBG di Papua Pegunungan membutuhkan langkah-langkah baru agar pelaksanaannya berjalan lebih efektif.
“Langkah-langkah baru dalam mempercepat program nasional di Papua Pegunungan adalah menetapkan Pak Wagub (Ones Pahabol) sebagai simbol untuk menggerakkan mesin percepatan pembangunan MBG,” ungkap Velix.
Menurut Velix, program MBG yang telah berjalan kurang lebih dua tahun masih belum optimal di Papua Pegunungan.
Kehadiran Komite Eksekutif Papua bersama perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) dilakukan untuk mempercepat pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut.
Papua Pegunungan sendiri terdiri dari delapan kabupaten yakni Jayawijaya, Nduga, Yahukimo, Pegunungan Bintang, Tolikara, Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, dan Yalimo.
Prioritaskan SDM Lokal Papua
Velix menjelaskan program MBG harus memprioritaskan sumber daya manusia masyarakat Papua dari hulu hingga hilir agar perekonomian daerah ikut berkembang.
Ia menyebut sejumlah komponen pendukung yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan program MBG meliputi kesiapan lahan, pengelola program seperti yayasan, gereja, koperasi, dan komunitas, perkiraan jumlah penerima manfaat, sistem rantai pasok, hingga SDM lokal yang memprioritaskan masyarakat Papua.
Menurut Velix, satu dapur MBG dapat menyerap sekitar 30 tenaga kerja.
“Kami berharap melalui program ini, dan Wagub Papua Pegunungan dapat menggerakkan MBG di delapan kabupaten sehingga diharapkan pertumbuhan ekonomi masyarakat bertumbuh,” kata Velix.
Velix menilai program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan dan ekonomi keluarga di Papua Pegunungan.
Program MBG Dinilai Bantu Anak di Daerah Terpencil
Wakil Gubernur Papua Pegunungan Ones Pahabol menilai program MBG sangat tepat untuk membantu pemenuhan gizi generasi muda baik di wilayah perkotaan maupun daerah terpencil.
“Secara budaya turun temurun mama-mama di wilayah Papua Pegunungan itu biasanya menyiapkan makanan itu pada sore hari, syukur kalau makanan itu bertahan hingga besok pagi, kalau tidak maka anak-anak pergi ke sekolah dengan perut kosong. Maka program MBG ini sangat membantu anak-anak kita di wilayah terpencil untuk kebutuhan makan dan gizinya,” ujar Ones.
Saat ini terdapat 14 dapur atau satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Papua Pegunungan.
Sebaran SPPG tersebut terdiri atas enam SPPG di Kabupaten Jayawijaya, dua SPPG di Kabupaten Yahukimo, dan enam SPPG di Kabupaten Lanny Jaya.
- Penulis :
- Leon Weldrick





