HOME  ⁄  Geopolitik

Bahtra Banong Puji Diplomasi Sunyi Menlu Sugiono

Oleh Khalied Malvino
SHARE   :

Bahtra Banong Puji Diplomasi Sunyi Menlu Sugiono
Foto: Jubir Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong. (Dok. Instagram @bahtrabanong)

Pantau - Juru bicara (jubir) Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, menilai gaya kepemimpinan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, menunjukkan efektivitas diplomasi Indonesia yang bekerja tenang namun berdampak nyata.

Menurut Bahtra, keberhasilan pemerintah memulangkan sembilan warga negara Indonesia yang sempat ditahan dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menjadi indikator kuat bahwa pendekatan diplomasi saat ini berjalan dengan arah yang tepat.

Ia melihat, di tengah tekanan geopolitik global yang kompleks, pemerintah mampu menjaga keseimbangan antara ketegasan sikap dan kehati-hatian langkah.

“Pak Sugiono memperlihatkan kualitas kepemimpinan yang hari ini mulai langka yakni tidak banyak bicara, tidak sibuk membangun sensasi, tetapi fokus bekerja dan menghadirkan hasil nyata. Beliau tenang, tetapi langkah-langkah diplomasi yang dilakukan terasa kuat dan efektif,” ujar Bahtra melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (23/5/2026).

Bahtra menilai, arah diplomasi tersebut tidak lepas dari kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong politik luar negeri bebas aktif tetap relevan dalam konteks global saat ini.

Menurutnya, implementasi kebijakan luar negeri dilakukan dengan pendekatan yang lebih elegan dan berorientasi pada kepentingan rakyat, khususnya dalam perlindungan WNI.

“Kadang yang paling kuat justru bukan yang paling ramai berbicara. Pak Sugiono menunjukkan bahwa ketenangan bisa menjadi kekuatan dalam diplomasi. Beliau bekerja tanpa banyak sorotan, tetapi hasilnya dirasakan langsung oleh rakyat dan dihormati dunia internasional,” lanjutnya.

Sebagai Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Bahtra menilai kepemimpinan Sugiono mencerminkan bentuk loyalitas terhadap negara yang diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekadar narasi publik.

Ia menekankan bahwa keberhasilan diplomasi tidak selalu terlihat dari intensitas komunikasi di ruang publik, melainkan dari hasil konkret yang dirasakan masyarakat.

“Pak Sugiono memberi pesan penting kepada publik bahwa kepemimpinan bukan soal pencitraan, melainkan soal keberanian mengambil tanggung jawab dan kemampuan menghadirkan solusi. Ketika rakyat membutuhkan perlindungan, negara hadir. Dan di balik kehadiran negara itu, ada kerja diplomasi yang serius, tenang, dan efektif,” tegas Bahtra.

Lebih jauh, Bahtra menilai capaian tersebut turut memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintahan saat ini, khususnya dalam menghadapi dinamika global yang semakin tidak menentu.

Ia menyebut masyarakat dapat melihat langsung hasil kerja pemerintah yang tidak selalu disertai dengan kegaduhan, tetapi tetap memberikan dampak nyata.

“Publik bisa melihat bahwa pemerintah bekerja dengan kesungguhan. Tidak gaduh, tetapi nyata. Tidak banyak retorika, tetapi hasilnya jelas dirasakan rakyat,” tutup Bahtra.

Penulis :
Khalied Malvino