
Pantau - China meluncurkan pesawat antariksa berawak Shenzhou-23 pada Minggu malam dengan membawa tiga astronot untuk menjalankan misi penelitian ilmiah di stasiun luar angkasa Tiangong di tengah persaingan antariksa dengan Amerika Serikat.
Peluncuran dilakukan menggunakan roket Long March 2F dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Provinsi Gansu, China barat laut.
Misi tersebut sekaligus mencatat sejarah dengan keikutsertaan warga Hong Kong pertama dalam program antariksa nasional China.
Lai Ka-ying yang bertugas sebagai spesialis muatan menjadi perempuan keempat China yang pergi ke luar angkasa.
Menurut otoritas Hong Kong, Lai merupakan kepala polisi di wilayah semi-otonom tersebut dan ahli forensik komputer.
China Targetkan Astronot Tinggal Setahun di Orbit
Media pemerintah China melaporkan kru Shenzhou-23 akan menjalankan lebih dari 100 proyek penelitian ilmiah dan eksperimen aplikasi di bidang ilmu hayati, kedokteran kedirgantaraan, hingga teknologi dirgantara baru.
Salah satu fokus utama misi itu adalah eksperimen tinggal di orbit selama satu tahun penuh di stasiun luar angkasa Tiangong.
Sebelumnya, kru misi antariksa China hanya menjalani penugasan selama enam bulan sejak pembangunan Tiangong selesai pada 2022.
Langkah tersebut menjadi bagian dari peningkatan kemampuan antariksa China dan upaya membangun keberadaan manusia jangka panjang di luar angkasa.
Persaingan China dan AS Menuju Bulan Memanas
Peluncuran Shenzhou-23 berlangsung ketika China dan Amerika Serikat sama-sama menargetkan pendaratan manusia di Bulan dalam beberapa tahun mendatang.
Pada April lalu, misi Artemis II milik NASA mencatat penerbangan berawak mengelilingi Bulan pertama dalam lebih dari lima dekade.
China melalui Badan Antariksa Berawak menargetkan pendaratan manusia pertama di Bulan pada 2030.
Sementara itu, NASA berupaya membangun kehadiran manusia permanen di sekitar Bulan dalam dekade mendatang.
China juga mengumumkan dua astronot Pakistan telah dipilih untuk menjalani pelatihan menuju misi di stasiun Tiangong pada akhir tahun ini.
Setelah menyelesaikan pelatihan dan evaluasi, salah satu astronot Pakistan diproyeksikan menjadi astronot asing pertama yang bertugas di stasiun luar angkasa China.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





