
Pantau - Militer China mengungkap rancangan sistem kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) yang dikembangkan untuk merencanakan dan mengoordinasikan serangan udara dalam latihan militer yang melibatkan puluhan unit serta ratusan target.
AI Dipercepat untuk Operasi Militer
Laporan South China Morning Post yang dikutip RIA Novosti dari Moskow, Selasa, menyebut sistem AI tersebut dirancang untuk membantu menyusun rencana operasi tempur.
Pengembangan sistem itu menunjukkan upaya Beijing mempercepat integrasi teknologi canggih ke dalam operasi Tentara Pembebasan Rakyat (People's Liberation Army/PLA).
Analis militer Zhang Junshe mengatakan AI dapat membantu proses pengambilan keputusan dalam operasi militer.
Menurut Zhang, teknologi tersebut mampu menghitung perkembangan medan perang secara waktu nyata dan menentukan sasaran optimal bagi berbagai jenis senjata.
Tingkatkan Akurasi dan Efisiensi Operasi
Zhang mengungkapkan, “AI juga dapat membantu menentukan waktu penggunaan amunisi, meningkatkan akurasi serangan, serta mengurangi pemborosan sumber daya selama operasi.”
Rancangan sistem AI tersebut menjadi bagian dari pemanfaatan teknologi modern untuk mendukung efektivitas perencanaan dan pelaksanaan operasi militer China.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf



