HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Sebut Satelit Lampung-1 Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Data

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Sebut Satelit Lampung-1 Perkuat Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Data
Foto: Satelit Lampung-1 yang akan diorbitkan pada 5 Agustus 2026 (sumber: Pemprov Lampung)

Pantau - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan Satelit Lampung-1 akan menghadirkan data yang memperkuat tata kelola pemerintahan agar lebih modern melalui pemanfaatan teknologi, dengan peluncuran dijadwalkan pada 5 Agustus 2026 di lepas pantai Shandong, Tiongkok, sebagai bagian dari misi OSE Hyperspectral Twin Satellites yang dikembangkan STAR.VISION Aerospace.

Peluncuran Satelit untuk Pemerintahan Berbasis Data

Rahmat Mirzani Djausal mengatakan kehadiran Satelit Lampung-1 merupakan langkah strategis untuk memperkuat tata kelola pemerintahan modern melalui pemanfaatan teknologi.

Ia mengungkapkan, "Di era sekarang, keputusan yang baik harus lahir dari data yang akurat. Lampung-1 akan membantu kita melihat kondisi daerah secara lebih cepat, lebih luas, dan lebih presisi, sehingga kebijakan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat."

Selama ini pemerintah masih banyak bergantung pada survei lapangan untuk memetakan kondisi wilayah.

Survei lapangan membutuhkan waktu yang panjang, memerlukan biaya yang tidak sedikit, dan hanya mampu menjangkau lokasi tertentu.

Perubahan kondisi lahan pertanian, kawasan hutan, daerah rawan bencana, kualitas sungai, hingga perkembangan infrastruktur kerap baru diketahui setelah dilakukan pengecekan langsung.

Akibat keterbatasan tersebut, banyak kebijakan harus menunggu hingga data terkumpul, sementara kondisi di lapangan dapat berubah selama proses pengumpulan data berlangsung.

Melalui operasional Lampung-1, berbagai informasi dapat dipantau secara berkala dari luar angkasa dengan cakupan wilayah yang lebih luas, informasi yang lebih akurat, serta kemampuan mendeteksi perubahan kondisi wilayah lebih dini sehingga menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, "Teknologi hyperspectral yang dibawa Lampung-1 mampu membaca kondisi permukaan bumi secara lebih detail dibandingkan citra satelit biasa. Dipadukan dengan teknologi Artificial Intelligence (AI) di dalam satelit, proses analisis menjadi jauh lebih cepat sehingga berbagai informasi dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengambilan keputusan."

Manfaat Satelit Lampung-1 untuk Berbagai Sektor

Teknologi hyperspectral memungkinkan pembacaan kondisi permukaan bumi secara lebih rinci dibandingkan citra satelit biasa, sementara teknologi Artificial Intelligence (AI) yang terpasang di dalam satelit mempercepat proses analisis data untuk mendukung pengambilan keputusan.

Pemanfaatan Lampung-1 mencakup pemantauan potensi banjir, longsor, kebakaran hutan, kesehatan tanaman, sistem irigasi, kualitas sungai, kondisi pesisir dan laut, serta perkembangan jalan, kawasan industri, kawasan pertambangan, dan berbagai infrastruktur lainnya.

Data satelit juga dapat dimanfaatkan untuk menghitung kepadatan kendaraan, memantau perubahan tutupan lahan, perkembangan tanaman, serta mendeteksi pembangunan baru sehingga mengurangi kebutuhan studi lapangan yang memakan waktu dan biaya besar.

Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, "Bagi petani, data satelit membantu mengetahui kondisi tanaman lebih awal, sehingga potensi gagal panen dapat diantisipasi. Bagi pemerintah, data menjadi dasar penyusunan kebijakan yang lebih akurat. Dunia usaha memperoleh informasi yang lebih baik untuk mendukung investasi dan pengembangan industri, sementara kalangan akademisi dan peneliti memperoleh sumber data baru untuk riset dan inovasi."

Penguatan SDM dan Kolaborasi Strategis

Kerja sama antara Pemerintah Provinsi Lampung dan STAR.VISION tidak hanya menghadirkan akses terhadap data satelit, tetapi juga mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia.

Pemerintah Provinsi Lampung akan mengirimkan sejumlah sumber daya manusia mengikuti pelatihan di Tiongkok bersama STAR.VISION yang mencakup teknologi satelit, pengolahan data hyperspectral, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta penerapan data penginderaan jauh untuk mendukung pembangunan daerah.

Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, "Langkah ini diharapkan mampu membangun kompetensi sumber daya manusia lokal, sehingga pemanfaatan teknologi satelit dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan. Dan peluncuran Lampung-1 menandai dimulainya era baru pembangunan di Lampung yang semakin mengandalkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan data. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa transformasi digital daerah dapat diwujudkan melalui kemitraan strategis dengan berbagai pihak, sehingga manfaat teknologi antariksa dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat tanpa membebani keuangan daerah."

Satelit Lampung-1 dibangun melalui kolaborasi STAR.VISION dengan Pemerintah Provinsi Lampung yang dikoordinasikan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kerja sama tersebut diawali dengan penandatanganan kesepakatan pada 28 Mei 2025 oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan STAR.VISION di Shandong, Tiongkok.

Melalui kolaborasi tersebut, Lampung menjadi salah satu daerah pertama di Indonesia yang memanfaatkan teknologi satelit hyperspectral untuk mendukung pembangunan daerah.

Kolaborasi itu tidak menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) karena Satelit Lampung-1 bukan merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Lampung, melainkan dimiliki dan dioperasikan oleh STAR.VISION Aerospace.

Pemerintah Provinsi Lampung memanfaatkan data dan teknologi yang dihasilkan Satelit Lampung-1 untuk mendukung perencanaan pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, serta menjadi dasar pengambilan kebijakan berbasis data.

Penulis :
Leon Weldrick