
Pantau - Fase awal pembukaan kembali Selat Hormuz dilaporkan akan dimulai dengan pencabutan blokade Amerika Serikat terhadap Iran sebagai bagian dari kesepakatan bertahap kedua negara.
Laporan tersebut disampaikan media Amerika Serikat The Washington Post pada Senin dengan mengutip seorang pejabat Iran yang enggan disebutkan namanya.
AS Disebut Akan Cairkan Aset Iran
Menurut laporan itu, tahap awal pembukaan Selat Hormuz juga mencakup pencairan aset Iran yang dibekukan senilai 12 miliar dolar AS serta dimulainya proses pembersihan ranjau di kawasan selat tersebut.
“Seorang pejabat Iran, yang berbicara dengan syarat anonimitas, mengatakan pembukaan Selat tersebut akan dilakukan secara bertahap,” tulis The Washington Post.
Laporan tersebut menyebut nota kesepahaman atau memorandum of understanding antara Iran dan Amerika Serikat belum mencakup kesepakatan nuklir final.
Kedua negara disebut baru berkomitmen untuk melanjutkan perundingan terkait isu nuklir pada tahap berikutnya.
Namun, seorang pejabat senior Amerika Serikat mengatakan nota kesepahaman itu tetap mengikat Iran agar tidak memiliki senjata nuklir.
Trump Sebut Negosiasi Berjalan Lancar
Pada hari yang sama, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut proses negosiasi dengan Iran berjalan positif.
“Perjanjian tersebut hanya akan menjadi kesepakatan yang bagus bagi semua pihak atau, tidak ada kesepakatan sama sekali. Kembali ke garis depan pertempuran dan saling tembak, tetapi lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya. Dan tak ada seorang pun yang menginginkan itu!” ungkap Trump melalui akun Truth Social miliknya.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio juga mengatakan pihaknya telah memiliki rancangan kesepakatan yang dinilai cukup solid terkait pembukaan Selat Hormuz dan pembahasan isu nuklir Iran.
“Kami memiliki apa yang saya nilai sebagai kesepakatan yang cukup solid di meja perundingan terkait kemampuan mereka untuk membuka selat tersebut, memastikan selat itu terbuka, memasuki negosiasi yang sangat nyata, signifikan, berjangka waktu tertentu mengenai masalah nuklir, dan semoga kami bisa mewujudkannya,” kata Rubio.
- Penulis :
- Aditya Yohan





