HOME  ⁄  Geopolitik

Rubio Sebut Hubungan AS dan Armenia Masuki Fase Baru setelah Lama Stagnan

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Rubio Sebut Hubungan AS dan Armenia Masuki Fase Baru setelah Lama Stagnan
Foto: (Sumber : Arsip - Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. (ANTARA/Anadolu Agency/pri).)

Pantau - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menyebut hubungan antara AS dan Armenia kini memasuki fase baru setelah sempat mengalami stagnasi dalam waktu yang lama.

Pernyataan itu disampaikan Rubio usai kunjungannya ke Yerevan, Armenia, pada Selasa (27/5) bersama Menteri Luar Negeri Armenia Ararat Mirzoyan.

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara mengumumkan perjanjian kerangka kerja bilateral terkait Trump Route for International Peace and Prosperity (TRIPP).

Selain itu, AS dan Armenia juga menandatangani Piagam Kemitraan Strategis Komprehensif serta nota kesepahaman kerja sama di bidang mineral penting.

“Kami melihat munculnya hubungan baru yang hebat dengan Armenia, yang sempat stagnan dalam waktu sangat lama,” kata Rubio dalam rapat kabinet, Rabu (27/5).

Rusia Peringatkan Armenia soal Uni Eropa

Di tengah penguatan hubungan AS dan Armenia, Rusia kembali memperingatkan Yerevan terkait rencana aksesi ke Uni Eropa.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan Moskow dapat membatalkan perjanjian tahun 2013 terkait gas, produk minyak bumi, dan berlian mentah jika Armenia melanjutkan proses bergabung dengan Uni Eropa.

Sebelumnya, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov juga menyebut Armenia berpotensi kehilangan berbagai keuntungan kerja sama dengan Rusia, termasuk harga gas preferensial dalam kerangka Uni Ekonomi Eurasia atau EAEU.

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan beberapa kali menegaskan negaranya ingin menjadi anggota Uni Eropa meski harus memenuhi berbagai standar yang ditetapkan blok tersebut.

Presiden Rusia Vladimir Putin bahkan menyatakan keanggotaan Armenia di Uni Eropa dan EAEU secara bersamaan tidak memungkinkan.

Kerja Sama Strategis Mulai Diperluas

Kesepakatan terbaru antara AS dan Armenia menandai perluasan kerja sama strategis kedua negara di berbagai sektor.

Selain penguatan hubungan diplomatik, kerja sama juga diarahkan pada sektor ekonomi dan pengembangan mineral penting.

Langkah itu dinilai menjadi bagian dari upaya Washington memperluas pengaruhnya di kawasan Kaukasus Selatan di tengah meningkatnya dinamika geopolitik antara Rusia dan Barat.

Penulis :
Aditya Yohan