
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan serangan terhadap Iran dapat dilanjutkan apabila Teheran mencoba memaksakan kesepakatan yang dinilai tidak menguntungkan bagi Washington di tengah proses negosiasi yang masih berlangsung.
Trump Klaim AS Pegang Kendali Negosiasi
Trump menegaskan Amerika Serikat berada pada posisi yang lebih kuat dalam perundingan dengan Iran.
"Pada akhirnya, batasannya adalah kesepakatan yang tidak akan menguntungkan bagi kami, karena Anda tahu saya sedang menjalaninya dan kami akan lihat nanti; dan memang itu yang saya lakukan," kata Trump kepada Fox News.
Pernyataan tersebut disampaikan saat Trump menjawab pertanyaan mengenai tindakan apa yang dapat memicu Amerika Serikat kembali menggunakan opsi militer terhadap Iran.
"Saya bernegosiasi, mereka bernegosiasi, mereka negosiator yang sangat baik, mereka licik; tetapi pada akhirnya, kami yang memegang semua kartu," ujarnya.
Menurut laporan Axios yang mengutip pejabat AS pada Kamis (28/5), Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati rancangan kesepakatan berdurasi 60 hari, meski Trump belum memberikan persetujuan akhir terhadap rancangan tersebut.
Konflik dan Upaya Perdamaian Berlanjut
Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Pada 7 April, Washington dan Teheran kemudian mengumumkan gencatan senjata sementara selama dua pekan dan melanjutkan perundingan di Islamabad.
Namun, perundingan tersebut berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan.
Setelah itu, Amerika Serikat mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sebagai bagian dari tekanan diplomatik dan ekonomi.
Trump selanjutnya memperpanjang penghentian permusuhan untuk memberikan kesempatan kepada Iran mengajukan proposal perdamaian.
Pernyataan terbaru Trump muncul di tengah meningkatnya ketegangan terkait Selat Hormuz dan perundingan antara kedua negara yang hingga kini belum mencapai kesepakatan final.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





