HOME  ⁄  Nasional

Anggota DPR Sebut Kunjungan Prabowo ke Luar Negeri Strategi Jaga Keseimbangan Geopolitik

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Anggota DPR Sebut Kunjungan Prabowo ke Luar Negeri Strategi Jaga Keseimbangan Geopolitik
Foto: (Sumber : Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso memberikan keterangan kepasa persndi Kawasan Parlemen, Jakarta, Senin (29/9/2025). (ANTARA/Aria Ananda).)

Pantau - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Sugiat Santoso menilai kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke sejumlah negara Eropa pada akhir Mei 2026 merupakan langkah strategis untuk menjaga keseimbangan geopolitik dan memperkuat kepentingan nasional Indonesia di tingkat global.

Diplomasi Aktif untuk Kepentingan Nasional

Sugiat mengatakan anggapan bahwa perjalanan luar negeri Presiden hanya menjadi pemborosan anggaran merupakan cara pandang yang parsial.

"Indonesia sedang dipimpin oleh seorang patriot yang tahu persis bagaimana cara memenangkan kepentingan nasional di luar negeri," kata Sugiat dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, kunjungan tersebut tidak sekadar agenda kenegaraan biasa, melainkan upaya mengonversi keunggulan komoditas nikel dan posisi strategis Indonesia menjadi investasi serta penguatan keamanan nasional.

"Indonesia tidak sekadar berkunjung. Pak Prabowo sedang mengonversi keunggulan komoditas nikel dan posisi geopolitik kita menjadi investasi nyata dan benteng keamanan sebelum jendela peluang global ini tertutup," ungkapnya.

Sugiat menjelaskan paradigma politik luar negeri bebas aktif yang dijalankan Presiden Prabowo mengedepankan diplomasi ofensif yang proaktif dalam memperjuangkan kepentingan nasional.

"Prabowo melangkah lebih awal sebelum didikte oleh negara lain. Dia mengambil posisi tegas dalam menyatakan kedaulatan, posisi politik, dan membela warga negaranya dengan terukur," ujarnya.

Kunjungan ke Tiga Negara Strategis Eropa

Sugiat menyebut Presiden Prabowo mengunjungi Prancis, Austria, dan Hungaria pada akhir Mei 2026.

Ketiga negara tersebut dinilai memiliki posisi strategis yang dibutuhkan Indonesia dalam memperkuat kerja sama ekonomi, pertahanan, dan diplomasi internasional.

Ia juga menegaskan bahwa manfaat diplomasi luar negeri tidak dapat diukur hanya dari biaya perjalanan.

Menurutnya, nilai transfer teknologi pertahanan, pengamanan kedaulatan di Laut Natuna Utara, serta peningkatan posisi tawar Indonesia sebagai kekuatan regional jauh lebih besar dibanding biaya operasional kunjungan.

"Kunjungan ke Prancis ini bukti nyata politik bebas aktif yang berwibawa. Indonesia tidak mengekor ke Amerika, tidak tunduk ke China, dan tidak takut pada tekanan NATO saat berhubungan dengan Rusia demi mengamankan pasokan minyak dan elpiji murah untuk rakyat," kata Sugiat.

Kunjungan Presiden Prabowo ke Prancis juga diwarnai penguatan kemitraan strategis Indonesia-Prancis serta pembahasan berbagai isu global, termasuk dukungan terhadap solusi dua negara dan kemerdekaan Palestina.

Penulis :
Ahmad Yusuf