HOME  ⁄  Nasional

IMM Nilai Penggunaan APBN untuk Kurban Presiden Bentuk Kepedulian Sosial kepada Masyarakat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

IMM Nilai Penggunaan APBN untuk Kurban Presiden Bentuk Kepedulian Sosial kepada Masyarakat
Foto: (Sumber : Ketua Bidang Hikmah, Politik dan Kebijakan Publik DPP IMM Ari Aprian Harahap (tengah). ANTARA/HO-IMM.)

Pantau - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) menilai bantuan 1.098 sapi kurban Presiden Prabowo Subianto yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan bentuk kepedulian sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan peternak lokal.

IMM Sebut Penggunaan APBN Sah Secara Hukum dan Syariah

Ketua Bidang Hikmah, Politik dan Kebijakan Publik DPP IMM Ari Aprian Harahap mengatakan program bantuan sapi kurban Presiden tidak hanya memberikan manfaat kepada penerima daging kurban, tetapi juga berdampak positif terhadap perekonomian.

"Dampaknya bukan hanya dirasakan penerima bantuan, tetapi juga memberikan efek ekonomi bagi peternak sapi lokal dan para pelaku usaha yang terlibat dalam distribusi serta pengelolaan hewan kurban," ujarnya.

Menurut Ari, penggunaan APBN untuk pengadaan hewan kurban melalui skema bantuan Presiden merupakan langkah yang sah berdasarkan aturan hukum maupun ketentuan syariah.

"Ini merupakan bagian dari bantuan kemasyarakatan presiden (Banmaspres) yang memang resmi dalam sistem keuangan Indonesia, jadi jangan terlalu dibesar-besarkan," katanya.

Ia menegaskan bantuan tersebut merupakan program resmi negara dan bukan berasal dari dana pribadi Presiden Prabowo.

"Jadi, ini bukan uang pribadi Prabowo yang kemudian disebut sebagai bantuan pribadi," ungkapnya.

Sebanyak 1.098 Sapi Kurban Disalurkan ke Seluruh Indonesia

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyalurkan 1.098 ekor sapi kurban pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah.

Seluruh hewan kurban tersebut berasal dari peternak lokal dengan bobot sapi premium mencapai 800 kilogram hingga 1,3 ton.

Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro mengatakan sapi kurban Presiden didistribusikan ke 552 daerah serta berbagai lembaga pendidikan, pondok pesantren, lembaga sosial, tokoh masyarakat, dan tokoh agama di seluruh Indonesia.

"Presiden memberikan arahan supaya sapi-sapi yang diberikan untuk menjadi sapi kurban ini juga dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya kepada masyarakat yang membutuhkan di daerah masing-masing," kata Juri.

Program penyaluran hewan kurban tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus mendukung keberlangsungan usaha peternak lokal di berbagai daerah.

Penulis :
Aditya Yohan