HOME  ⁄  Geopolitik

Iran dan Oman Bahas Pengelolaan Selat Hormuz di Tengah Ancaman Amerika Serikat

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Iran dan Oman Bahas Pengelolaan Selat Hormuz di Tengah Ancaman Amerika Serikat
Foto: (Sumber : Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. (ANTARA/Ahmet Serdar Eser/Anadolu/pri.).)

Pantau - Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan Menteri Luar Negeri Oman Badr al-Busaidi membahas pengelolaan Selat Hormuz di masa depan di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat terkait jalur pelayaran strategis tersebut.

Iran Sampaikan Solidaritas kepada Oman

Pembahasan tersebut disampaikan Abbas Araghchi melalui unggahan di platform X pada Jumat (29/5/2026).

Araghchi mengatakan Iran menyatakan solidaritas kepada Oman dalam menghadapi berbagai ancaman yang berkaitan dengan Selat Hormuz.

"Dalam percakapan yang sangat produktif dengan Menlu [Badr al-Busaidi], saya menyatakan solidaritas Iran dengan Oman dalam menghadapi ancaman apa pun. Kami membahas Hormuz dan pengelolaannya di masa depan sesuai dengan tanggung jawab kedaulatan kami dan hukum internasional," ungkapnya.

Ia menambahkan kedua negara juga menyerukan dilakukannya konsultasi dengan seluruh negara tetangga terkait pengelolaan kawasan tersebut.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan perairan internasional.

Ketegangan dengan AS Jadi Latar Belakang

Pembicaraan Iran dan Oman berlangsung setelah muncul peringatan dari pemerintah Amerika Serikat terkait pengelolaan Selat Hormuz.

Pada Rabu (27/5/2026), Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan Oman bahwa Washington akan menindak pihak yang memfasilitasi pengumpulan biaya transit Iran di Selat Hormuz.

Presiden AS Donald Trump juga mengancam akan mengambil tindakan keras terhadap Oman apabila negara tersebut mencoba mengambil kendali atas selat tersebut.

Ketegangan kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di wilayah Iran pada 28 Februari 2026.

Iran kemudian membalas dengan serangan terhadap Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara kawasan Teluk Persia.

Upaya Gencatan Senjata Masih Berlangsung

Pada 7 April 2026, Washington dan Teheran mengumumkan kesepakatan gencatan senjata.

Saat ini kedua negara masih mengupayakan penyusunan nota kesepahaman untuk menghentikan seluruh aksi permusuhan secara permanen.

Pembahasan mengenai Selat Hormuz menjadi salah satu isu penting di tengah proses diplomasi yang masih berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat.

Penulis :
Aditya Yohan