HOME  ⁄  Geopolitik

Antonio Guterres Mendesak Gencatan Senjata Tanpa Syarat untuk Hentikan Eskalasi Konflik Rusia-Ukraina

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Antonio Guterres Mendesak Gencatan Senjata Tanpa Syarat untuk Hentikan Eskalasi Konflik Rusia-Ukraina
Foto: Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berbicara pada pertemuan pers di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat, Kamis (30/4/2026). (sumber: ANTARA/Xinhua/Mark Garten)

Pantau - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyerukan deeskalasi segera dan berkelanjutan dalam konflik Rusia-Ukraina serta mendesak gencatan senjata penuh tanpa syarat dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB pada Kamis, 28 Mei 2026.

Guterres menyampaikan seruan tersebut saat Dewan Keamanan PBB membahas perkembangan terbaru situasi di Ukraina setelah terjadinya serangan berskala besar Rusia di berbagai wilayah Ukraina pada akhir pekan sebelumnya.

Ia memperingatkan bahwa arah perkembangan konflik saat ini berisiko semakin tidak terkendali akibat potensi kesalahan perhitungan yang dapat memicu eskalasi lebih lanjut dengan konsekuensi yang tidak diketahui dan tidak diinginkan oleh semua pihak.

Ia mengungkapkan, "Mari kita bicara terus terang. Jalur yang ditempuh saat ini tidak berkelanjutan. Arah ini harus diubah. Spiral kematian ini harus dihentikan."

Dampak Kemanusiaan Terus Meningkat

Guterres menyatakan bahwa dampak kemanusiaan akibat konflik yang pecah sejak Februari 2022 terus meningkat.

Menurutnya, lebih dari 15.000 warga sipil telah meninggal dunia di Ukraina sejak awal konflik.

Dari jumlah tersebut, hampir 800 korban merupakan anak-anak.

Ia juga menyoroti laporan dari Rusia yang menunjukkan meningkatnya jumlah korban sipil, termasuk anak-anak, di wilayah negara tersebut.

Garis depan pertempuran saat ini disebut berada dalam kondisi yang nyaris stagnan.

Meski demikian, serangan drone dalam jumlah besar terus berlangsung dan menyebabkan banyak korban di kedua belah pihak.

Konflik tersebut juga mengakibatkan kerusakan besar terhadap berbagai infrastruktur sipil, termasuk sektor energi yang menjadi salah satu sektor paling terdampak.

PBB Dorong Diplomasi dan Perdamaian Berkelanjutan

Guterres menegaskan bahwa langkah paling mendesak saat ini adalah menghentikan eskalasi konflik dan meningkatkan upaya diplomasi.

Ia mengatakan, "Apa yang dibutuhkan saat ini adalah deeskalasi, segera dan berkelanjutan. Apa yang dibutuhkan saat ini adalah gencatan senjata penuh dan tanpa syarat. Apa yang dibutuhkan saat ini adalah lebih banyak diplomasi. Apa yang dibutuhkan adalah menciptakan kondisi untuk perdamaian yang adil, langgeng, dan komprehensif, sesuai dengan Piagam PBB, hukum internasional, dan resolusi PBB. Pilihannya jelas. Tanggung jawabnya jelas. Waktu untuk perdamaian adalah sekarang."

Menurut Guterres, perdamaian harus dibangun berdasarkan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB, hukum internasional, serta resolusi-resolusi PBB yang berlaku.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia pada 24 Mei 2026 menyatakan bahwa militernya melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone terhadap target militer Ukraina sebagai balasan atas serangan Ukraina terhadap target sipil di wilayah Rusia.

Konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun tersebut terus menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan dampak kemanusiaan yang luas.

PBB menilai tanpa langkah deeskalasi yang cepat dan berkelanjutan, risiko memburuknya situasi keamanan dan kemanusiaan akan semakin besar.

Seruan terbaru Antonio Guterres kembali menegaskan posisi PBB yang terus mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomatik sebagai upaya mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

Penulis :
Leon Weldrick