
Pantau - Kementerian Luar Negeri Rusia menilai rencana penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari Eropa sebagai langkah rasional yang telah lama tertunda dan dapat membantu menstabilkan situasi militer serta politik di kawasan tersebut.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan Moskow terus memantau pernyataan dan langkah konkret Washington terkait kemungkinan penataan ulang kehadiran militer AS di Eropa, termasuk rencana pengerahan pasukan tambahan ke Polandia.
Menurut Zakharova, pasukan AS telah ditempatkan di Eropa selama beberapa dekade dengan alasan menghadapi apa yang disebut sebagai ancaman Rusia.
Rusia Khawatir Penambahan Pasukan di Eropa Timur
Zakharova menilai penataan ulang pasukan AS dikaitkan dengan tingkat keandalan sekutu-sekutunya di Eropa, termasuk kesiapan mereka meningkatkan belanja pertahanan dan membeli persenjataan buatan Amerika Serikat.
Ia menyebut langkah tersebut tetap ditujukan terhadap Rusia sehingga berpotensi memperdalam konfrontasi antara Moskow dan negara-negara Barat.
Zakharova juga memperingatkan kemungkinan pemindahan pangkalan dan pasukan militer AS dari negara yang dianggap kurang sejalan dengan Washington ke negara-negara Eropa Tengah dan Timur yang lebih mendukung kebijakan AS, termasuk Polandia.
Menurutnya, penempatan infrastruktur militer tambahan di dekat perbatasan Rusia akan memicu respons dari Moskow.
Moskow Siap Ambil Langkah Balasan
Zakharova mengatakan Rusia akan mengambil “langkah-langkah militer-teknis yang diperlukan untuk memastikan keamanan nasional” apabila terjadi peningkatan kehadiran militer AS di dekat wilayahnya.
Ia menilai langkah tersebut dapat menyebabkan “eskalasi kualitatif” ketegangan militer di Eropa di tengah kebijakan yang disebutnya semakin provokatif dari sekutu-sekutu AS terhadap Rusia.
Dalam kesempatan yang sama, Zakharova juga menyinggung temuan drone Ukraina yang menggunakan sistem Starlink milik AS di lokasi serangan di Starobilsk pada 22 Mei lalu.
Ia menegaskan pasukan nuklir strategis Rusia tetap berada dalam status siaga dan siap menjalankan misi tempur kapan saja jika menerima perintah.
“Akibatnya, calon musuh terpaksa memperhitungkan fakta bahwa keandalan pencegahan nuklir Rusia terjamin setiap saat dan dalam keadaan apa pun,” kata Zakharova.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat terkait konflik yang masih berlangsung di Ukraina.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf
- Editor :
- Tria Dianti





