HOME  ⁄  Geopolitik

Presiden Iran Masoud Pezeshkian Mengonfirmasi Pencairan Aset Iran Senilai 6 Miliar Dolar AS dari Qatar

Oleh Arian Mesa
SHARE   :

Presiden Iran Masoud Pezeshkian Mengonfirmasi Pencairan Aset Iran Senilai 6 Miliar Dolar AS dari Qatar
Foto: Presiden Iran Masoud Pezeshkian (sumber: Anadolu Agency/HO-Iranian Presidency)

Pantau - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengonfirmasi sekitar enam miliar dolar Amerika Serikat (AS) dari total 12 miliar dolar AS aset Iran yang disimpan di Qatar akan dicairkan dan dipindahkan ke Iran, sementara proses pengembalian sisa dana masih terus diupayakan oleh pemerintah.

Pencairan Aset Dilakukan Secara Bertahap

Pezeshkian menyampaikan pencairan dana tersebut merupakan bagian dari program yang telah disusun antara pihak-pihak terkait.

Ia mengungkapkan, "Sesuai dengan program yang telah dilaksanakan, sekitar enam dari 12 miliar dolar AS (sekitar 107,1 dan 214,2 triliun rupiah) dana Iran yang disimpan di Qatar akan dicairkan dan dipindahkan ke negara kami. Mengenai pengembalian dana yang tersisa, upaya sedang berjalan."

Pemerintah Iran menyatakan total aset yang disimpan di Qatar mencapai 12 miliar dolar AS dan proses pengembalian sisa dana masih terus berlangsung.

Sebelumnya, pada 23 Juni, Gubernur Bank Sentral Iran Abdolnaser Hemmati menyampaikan bahwa Amerika Serikat akan mencairkan aset Iran senilai 12 miliar dolar AS pada tahap pertama.

Memorandum Iran dan Amerika Serikat

Pada malam 18 Juni, Iran dan Amerika Serikat menandatangani memorandum yang mengatur pengakhiran konflik militer yang dimulai pada 28 Februari.

Dokumen tersebut juga menetapkan tenggat waktu bagi Amerika Serikat untuk mencabut blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Memorandum itu turut mengatur kewajiban Iran untuk memulihkan pelayaran di Selat Hormuz.

Selain itu, Iran berjanji tidak akan mengembangkan senjata nuklir, sedangkan persoalan mengenai program nuklir Iran akan diselesaikan melalui kesepakatan tersendiri.

Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan kembali menggelar perundingan dalam waktu 60 hari dengan harapan dari pihak Iran agar proses tersebut berujung pada pencabutan sanksi terhadap negara tersebut.

Penulis :
Arian Mesa