HOME  ⁄  Geopolitik

PBB Peringatkan Konflik Ukraina Berisiko Lepas Kendali dan Serukan Deeskalasi

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

PBB Peringatkan Konflik Ukraina Berisiko Lepas Kendali dan Serukan Deeskalasi
Foto: (Sumber : Arsip foto - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. (ANTARA/Anadolu/py.).)

Pantau - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan konflik Ukraina berisiko lepas kendali di tengah meningkatnya eskalasi perang yang terus berlangsung antara Rusia dan Ukraina.

Peringatan tersebut disampaikan Guterres dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB mengenai situasi Ukraina pada Kamis (28/5).

“Namun arah perang – eskalasi dan intensifikasi yang kita saksikan – berisiko lepas kendali,” ungkap Guterres.

Ia menegaskan bahwa kondisi saat ini membutuhkan langkah deeskalasi, gencatan senjata, dan upaya diplomasi yang lebih intensif guna mencegah konflik semakin meluas.

“Yang dibutuhkan saat ini adalah menciptakan kondisi untuk perdamaian yang adil, abadi, dan komprehensif - sesuai dengan Piagam PBB, hukum internasional, dan resolusi PBB,” ujarnya.

PBB Dorong Upaya Perdamaian

Menurut Guterres, jalur diplomasi harus menjadi prioritas utama untuk menciptakan stabilitas dan menghindari dampak yang lebih besar dari konflik yang telah berlangsung selama beberapa tahun terakhir.

PBB menilai eskalasi yang terus meningkat dapat memperburuk situasi keamanan regional maupun global apabila tidak segera diimbangi dengan langkah-langkah penyelesaian damai.

Seruan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara yang masih saling melancarkan serangan di sejumlah wilayah strategis.

Rusia Keluarkan Peringatan untuk Warga Asing

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan serangan mematikan Ukraina terhadap sebuah perguruan tinggi di Starobelsk, Lugansk, menjadi pemicu terbaru yang mendorong pasukan Rusia melakukan serangan sistematis terhadap fasilitas industri pertahanan, pusat pengambilan keputusan, dan pos komando di Kiev.

Pemerintah Rusia juga mengimbau warga negara asing, termasuk personel diplomatik, untuk segera meninggalkan Kiev demi alasan keamanan.

Perkembangan tersebut menambah kekhawatiran internasional terhadap potensi meluasnya konflik yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian.

Penulis :
Ahmad Yusuf