
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan meragukan kelayakan Wakil Presiden JD Vance sebagai penerus politiknya menjelang persiapan Partai Republik menghadapi Pemilihan Presiden AS 2028.
Laporan tersebut disampaikan The New York Times berdasarkan keterangan sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut.
Menurut laporan itu, Trump secara rutin meminta pendapat mengenai JD Vance dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio sebagai figur yang berpotensi menjadi kandidat presiden dari Partai Republik.
Pada awal Mei 2026, Trump disebut menanyakan kepada sejumlah tamu dalam sebuah acara mengenai siapa yang lebih layak menjadi kandidat presiden berikutnya.
Namun, laporan tersebut menyebut Trump belum menunjukkan dukungan penuh kepada Vance maupun Rubio.
Dalam berbagai jajak pendapat pribadi yang dilakukan, Trump disebut sering membandingkan kinerja Vance dengan pencapaiannya sendiri.
Menurut laporan tersebut, Trump menilai pencapaiannya lebih unggul dibandingkan wakil presidennya itu.
Trump juga beberapa kali dikabarkan mengatakan kepada para pendukungnya bahwa Vance tidak pernah memenangkan pemilihan yang kompetitif tanpa bantuannya.
Selain itu, Trump disebut menyoroti banyaknya hari libur yang diambil Vance selama menjabat sebagai wakil presiden.
Laporan tersebut mencatat bahwa Trump dikenal jarang mengambil liburan selama menjabat.
Trump juga disebut mengkritik sejumlah tindakan Vance yang dianggap kurang sesuai dengan posisinya sebagai wakil presiden.
Salah satu insiden yang kembali diungkit adalah peristiwa saat Vance menjatuhkan trofi kejuaraan sepak bola negara bagian Ohio di halaman selatan Gedung Putih pada musim semi tahun sebelumnya.
Menurut laporan yang sama, Vance juga kerap menggunakan ponselnya dalam sejumlah pertemuan.
Ia disebut aktif menggunakan media sosial untuk berdebat dengan para pengkritiknya.
Meski Trump juga aktif menulis di platform Truth Social, laporan tersebut menyebut ia tidak menghabiskan waktu untuk berdebat langsung dengan pengguna lain.
Kepala Staf Gedung Putih, Susie Wiles, dikabarkan pernah menyarankan Vance agar mengurangi aktivitas tersebut.
Menurut laporan itu, perdebatan di media sosial dianggap kurang pantas dilakukan oleh seorang wakil presiden.
Meski demikian, sejumlah orang dekat Trump dan Vance masih meyakini bahwa JD Vance tetap merupakan figur paling tepat untuk menjadi penerus politik Trump.
Partai Republik diperkirakan harus menentukan kandidat baru menjelang Pemilihan Presiden Amerika Serikat 2028 karena Trump tidak dapat kembali mencalonkan diri.
Konstitusi Amerika Serikat melarang seorang presiden menjabat untuk masa jabatan ketiga.
Sebelumnya, Trump pernah menyebut beberapa nama yang berpotensi menjadi penerusnya, yakni JD Vance, Marco Rubio, Scott Bessent, dan Kristi Noem.
- Penulis :
- Gerry Eka





