
Pantau - Israel dikabarkan meminta izin kepada Amerika Serikat untuk memperluas serangan militer hingga ke Beirut, Lebanon, di tengah meningkatnya operasi militer terhadap kelompok Hizbullah di wilayah Lebanon selatan.
Operasi Militer Israel Terus Diperluas
Laporan Jerusalem Post yang mengutip sejumlah pejabat senior Israel menyebut permintaan tersebut muncul saat militer Israel meningkatkan tekanan terhadap Hizbullah dalam konflik yang terus memanas di perbatasan Lebanon.
Pada Minggu (31/5), Menteri Pertahanan Israel Israel Katz menyatakan pasukan negaranya telah menguasai Kastil Beaufort, sebuah benteng abad pertengahan yang berada di Lebanon selatan.
Perkembangan itu diikuti perintah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu kepada militer untuk memperluas operasi terhadap Hizbullah serta memperkuat kendali Israel atas sejumlah wilayah di Lebanon selatan.
Langkah tersebut menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang telah berlangsung selama beberapa waktu antara Israel dan Hizbullah.
Gencatan Senjata Belum Hentikan Ketegangan
Sementara itu, Lebanon dan Israel sebelumnya menggelar pembicaraan langsung tingkat duta besar di Washington pada 16 April 2026.
Setelah pertemuan tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara kedua pihak.
Namun, meski kesepakatan telah diumumkan, Israel dilaporkan tetap melancarkan serangan terhadap puluhan permukiman di Lebanon selatan.
Israel juga disebut masih mempertahankan dominasi serangan di sejumlah kawasan perbatasan yang menjadi titik konflik.
Sebagai respons, Hizbullah terus melancarkan operasi militer terhadap pasukan Israel di wilayah perbatasan.
Laporan mengenai permintaan izin perluasan serangan ke Beirut tersebut pertama kali disampaikan oleh Jerusalem Post dengan mengutip pejabat senior Israel, sementara perkembangan konflik juga dilaporkan oleh media Rusia Sputnik dan RIA Novosti.
- Penulis :
- Aditya Yohan





