
Pantau - Seorang warga negara China terluka dalam ledakan besar di sebuah gudang dekat lokasi pertambangan di Kota Namhkam, Negara Bagian Shan, Myanmar, yang menewaskan lebih dari 45 orang dan melukai sekitar 70 orang lainnya.
China Pastikan Warganya Mendapat Perawatan
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian mengatakan ledakan terjadi pada 31 Mei 2026 dan menyebabkan banyak korban jiwa.
"Pada 31 Mei 2026, sebuah kecelakaan ledakan terjadi di sebuah gudang di Kota Namhkam di Negara Bagian Shan, Myanmar, yang menyebabkan banyak korban jiwa. Satu warga negara Tiongkok terluka," katanya.
Lin Jian menyampaikan duka cita atas korban tewas serta belasungkawa kepada keluarga korban dan para korban luka.
"Kami sangat berduka atas nyawa yang hilang, dan menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada keluarga yang berduka dan para korban luka," ungkapnya.
Menurut Lin Jian, China telah berkoordinasi dengan pihak terkait di Myanmar untuk memastikan warga negaranya yang terluka mendapatkan penanganan medis.
"Warga negara China yang terluka kini telah mendapatkan perawatan medis. Kami akan mengikuti dengan saksama penyelidikan kecelakaan tersebut dan memberikan bantuan yang diperlukan dalam menangani masalah terkait setelah kecelakaan tersebut," tambahnya.
Ledakan Diduga Berasal dari Bahan Peledak Tambang
Ledakan terjadi sekitar tengah hari di sebuah bangunan yang disebut digunakan untuk menyimpan bahan peledak pertambangan.
Lokasi kejadian berada sekitar tiga kilometer di selatan perbatasan China dan berada di wilayah yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang (TNLA).
Stasiun televisi pemerintah China, CCTV, melaporkan banyak rumah penduduk rusak akibat ledakan tersebut.
Media Myanmar melaporkan jumlah korban tewas berkisar antara 50 hingga 55 orang.
Foto dan video yang beredar memperlihatkan kepulan asap besar, bangunan rusak, serta puing-puing berserakan di sekitar lokasi ledakan.
Petugas penyelamat masih melakukan operasi pencarian dan meminta warga mendonorkan darah di Rumah Sakit Umum Namhkam.
TNLA menyatakan pihaknya menyimpan gelignit atau dinamit untuk kebutuhan pertambangan dan penggalian, sementara penyelidikan penyebab ledakan telah dimulai.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





