
Pantau - Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap tiga warga yang hilang akibat ledakan bom bekas peninggalan Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor, Papua, hingga Senin (1/6/2026).
Kapolres Biak Numfor Ari Trestiawan mengatakan pencarian saat ini dipusatkan di area pantai sambil menunggu lokasi ledakan dinyatakan aman untuk dimasuki tim pencari.
Tiga Warga Masih Dalam Pencarian
Tiga warga yang dilaporkan hilang masing-masing Yulianus Raubaba (26), Lae Madura (45), dan Abis Marandof (27).
Ari Trestiawan mengungkapkan, "Lokasi ledakan masih menunggu proses sterilisasi dari tim penjinak bom."
Ia menjelaskan area tempat kejadian perkara hingga kini belum dinyatakan aman sehingga pencarian langsung di sekitar titik ledakan belum dapat dilakukan.
Sterilisasi lokasi akan dilakukan oleh personel Gegana Brimob Polda Papua untuk memastikan tidak ada lagi potensi bahan peledak yang membahayakan petugas maupun warga.
Setelah lokasi dinyatakan aman, tim SAR gabungan akan melanjutkan pencarian di sekitar TKP dan penyidik kepolisian akan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Tim SAR gabungan terdiri atas personel Basarnas, Polres Biak Numfor, Kodim Biak, serta instansi terkait lainnya.
Ledakan Tewaskan Lima Warga
Ledakan terjadi pada Minggu (31/5/2026) sekitar pukul 14.45 WIT di kompleks perikanan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Biak.
Insiden tersebut diduga berasal dari ledakan bom bekas peninggalan Perang Dunia II yang berada di lokasi kejadian.
Selain menyebabkan tiga warga hilang, ledakan juga menewaskan lima orang.
Korban meninggal dunia masing-masing Deflin Raubaba (41), Moris Raubaba (24), Karmila Ayorbaba (25), Israel Raubaba (7), dan Isril Raubaba (5).
Saat ini aparat kepolisian dan tim SAR memfokuskan upaya pada sterilisasi lokasi dari potensi bahan peledak lain, pencarian tiga korban yang masih hilang, serta penyelidikan untuk mengetahui kondisi dan penyebab pasti ledakan bom peninggalan Perang Dunia II tersebut.
- Penulis :
- Arian Mesa





