
Pantau - Polda Papua mengirim tim penjinak bom (Jibom) dari Satuan Brimob untuk menyelidiki ledakan bom bekas peninggalan Perang Dunia II yang menewaskan lima warga di Kabupaten Biak Numfor, Papua.
Tim Jibom Diterjunkan ke Lokasi Ledakan
Dansat Brimob Polda Papua Kombes Adarma Sinaga mengatakan tim Jibom yang dipimpin AKP Hanasbey dengan kekuatan 16 personel telah diberangkatkan ke Biak pada Senin (1/6).
“Setibanya di Biak, tim Jibom langsung ke TKP yang berlokasi di komplek perikanan untuk menyelidiki apakah masih ada sisa-sisa bom peninggalan perang dunia,” ungkap Adarma.
Ia menjelaskan tim yang diterjunkan telah dilengkapi berbagai peralatan sesuai standar operasional prosedur (SOP) untuk mendukung proses penyelidikan dan pengamanan lokasi.
Berdasarkan laporan yang diterima, ledakan bom peninggalan Perang Dunia II terjadi di kawasan permukiman warga pada Minggu (31/5).
Peristiwa tersebut mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan menyebabkan empat unit rumah mengalami kerusakan berat.
Polisi Pasang Garis Polisi dan Imbau Warga Menjauh
Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan mengatakan lokasi kejadian telah dipasang garis polisi guna mencegah warga mendekati area yang masih berpotensi berbahaya.
“Sejak kemarin (Minggu,31/5) juga masyarakat dihimbau tidak mendekati TKP karena dikhawatirkan masih ada bom lainnya,” ujarnya.
Menurut Ari, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan tim Jibom Brimob Polda Papua untuk memastikan kondisi lokasi benar-benar aman.
Setelah area dinyatakan aman, petugas akan melaksanakan olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap detail peristiwa ledakan tersebut.
Penyelidikan dilakukan untuk memastikan keberadaan kemungkinan sisa bahan peledak lain yang masih tertinggal di sekitar lokasi ledakan.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





