HOME  ⁄  Teknologi & Sains

Dubes RI Dorong Freeport Perkuat Alih Teknologi dan Pengembangan SDM Papua

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Dubes RI Dorong Freeport Perkuat Alih Teknologi dan Pengembangan SDM Papua
Foto: (Sumber : Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo (kanan) dalam pertemuan dengan CEO Freeport-McMoRan, Kathleen Quirk, di kantor pusat Freeport di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat. /ANTARA/HO-KBRI Washington..)

Pantau - Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Indroyono Soesilo mendorong kemitraan Indonesia dengan Freeport-McMoRan tidak hanya berfokus pada peningkatan kepemilikan saham, tetapi juga memperkuat alih teknologi dan pengembangan sumber daya manusia guna mendukung kemandirian industri pertambangan nasional.

Pernyataan itu disampaikan Indroyono saat bertemu CEO Freeport-McMoRan Kathleen Quirk di kantor pusat perusahaan di Phoenix, Arizona, Amerika Serikat.

“Yang terpenting bukan hanya peningkatan kepemilikan saham Indonesia, tetapi bagaimana Papua dan Indonesia memperoleh kemampuan teknologi, sumber daya manusia unggul, serta kesempatan mengelola tambang modern secara mandiri di masa depan,” ungkap Indroyono.

Pertemuan tersebut membahas perkembangan hubungan Indonesia dan Freeport yang dinilai semakin setara, termasuk peluang memperkuat kapasitas teknologi dan tenaga kerja nasional di sektor pertambangan.

Teknologi AI Tambang Jadi Fokus Kerja Sama

Salah satu isu utama yang dibahas adalah penguatan alih teknologi pertambangan berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) melalui sistem TROI (Throughput, Recovery, Optimization, Intelligence).

Teknologi tersebut mampu mengolah data dari ribuan sensor operasional tambang dan fasilitas pengolahan secara real time untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Sistem TROI menganalisis karakteristik bijih, data sensor pabrik, laju penggilingan, hingga tingkat pemulihan tembaga sebelum menghasilkan rekomendasi operasional dalam hitungan detik.

Teknologi itu juga dapat mengidentifikasi jenis bijih yang sedang diproses dan memberikan rekomendasi pengaturan kontrol pabrik setiap satu hingga tiga jam.

Freeport telah menerapkan TROI di tambang tembaga miliknya di Amerika Serikat dan melaporkan peningkatan produksi tembaga hingga lima persen tanpa investasi modal besar.

KBRI Washington menyebut teknologi serupa direncanakan diterapkan di Papua untuk mendorong lahirnya ilmuwan data, metalurgis, dan insinyur pertambangan lokal yang mampu mengelola industri tambang modern secara mandiri.

Kepemilikan Indonesia Akan Meningkat

Selain transfer teknologi, Freeport membuka peluang magang bagi lulusan universitas di Amerika Serikat asal Indonesia guna memperkuat transfer pengetahuan dan akses terhadap teknologi pertambangan terbaru.

Di sisi kepemilikan, Indonesia akan meningkatkan porsi saham di PT Freeport Indonesia dari 51,23 persen menjadi 63 persen mulai 2041.

Peningkatan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan perpanjangan izin operasi hingga 2061 yang dicapai antara Pemerintah Indonesia dan Freeport-McMoRan pada Februari 2026.

Transformasi yang dimulai sejak divestasi saham pada 2018 juga tercermin dalam komposisi tenaga kerja perusahaan.

Dari sekitar 27 ribu pekerja PT Freeport Indonesia, lebih dari 40 persen merupakan Orang Asli Papua dan 97 persen berstatus warga negara Indonesia.

Profesional Indonesia saat ini mendominasi posisi strategis perusahaan, termasuk sembilan kursi direksi dan lebih dari 100 jabatan manajerial.

Penulis :
Ahmad Yusuf