HOME  ⁄  Nasional

Kemenhut Dorong Pengelolaan Hutan Papua Pegunungan Berbasis Kearifan Lokal untuk Dukung Target Emisi Nasional

Oleh Shila Glorya
SHARE   :

Kemenhut Dorong Pengelolaan Hutan Papua Pegunungan Berbasis Kearifan Lokal untuk Dukung Target Emisi Nasional
Foto: Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Perubahan Iklim Prof Haruni Krisnawati diwawancarai wartawan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan (sumber: ANTARA/Yudhi Efendi)

Pantau - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI mendorong pengelolaan kawasan hutan lestari di Tanah Papua dengan mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal, khususnya di wilayah Papua Pegunungan yang memiliki sekitar 5,1 juta hektare kawasan hutan dan masih relatif terjaga.

Staf Ahli Menteri Kehutanan Bidang Perubahan Iklim, Haruni Krisnawati, menegaskan bahwa aspek sosial dan budaya masyarakat lokal harus menjadi bagian penting dalam pengelolaan hutan guna menjaga keberlanjutan kawasan tersebut.

Ia mengungkapkan, “Aspek nilai-nilai sosial dan kearifan lokal tidak terlepas dalam pengelolaan kawasan hutan lestari di Papua Pegunungan sehingga tujuan yang akan disasar dapat tercapai dengan mampu menjaga dan melindungi hutan Papua Pegunungan secara optimal.”

Pengelolaan Hutan Terhubung dengan Agenda Iklim Global

Menurut Kemenhut, pengelolaan hutan di Papua perlu mengintegrasikan nilai sosial masyarakat adat, kearifan lokal setempat, tujuan konservasi lingkungan, serta agenda perubahan iklim global.

Haruni menjelaskan bahwa sektor kehutanan ke depan akan menjadi bagian dari program Forestry and Other Land Use (FOLU) yang berfokus pada pencapaian target penurunan emisi Indonesia.

Ia menyampaikan, “Sektor kehutanan yang dalam perencanaan ke depan disebut sebagai sektor Forestry and Other Land Use atau Folu (kehutanan dan penggunaan lahan), dimana sasarannya untuk mencapai pertumbuhan target emisi Indonesia.”

Kemenhut menyebut hampir 60 persen target pengurangan emisi gas rumah kaca Indonesia dibebankan kepada sektor FOLU.

Untuk mencapai target tersebut, diperlukan kerja sama berbagai pihak yang meliputi pemerintah pusat, pemerintah daerah, swasta, akademisi, kelompok masyarakat, dan tenaga medis.

Delapan Kabupaten Diminta Aktif Menjaga Kawasan Hutan

Kemenhut menilai kondisi hutan di Papua Pegunungan masih sangat baik berdasarkan paparan pemerintah daerah yang menyebut sekitar 80 persen kawasan hutan di wilayah tersebut masih terjaga.

Haruni mengatakan, “Papua Pegunungan kawasan hutannya relatif masih sangat bagus. Sesuai paparan dari Pak Sekda Papua Pegunungan hampir 80 persen kawasan hutan di daerah ini masih terjaga dan sangat baik.”

Kemenhut berharap kawasan hutan Papua Pegunungan dapat menjadi benteng utama pelestarian hutan tropis Indonesia sekaligus berperan dalam menyerap karbon, mengurangi gas rumah kaca global, dan mendukung mitigasi perubahan iklim.

Haruni mengajak Gubernur Papua Pegunungan dan para bupati dari delapan kabupaten untuk berpartisipasi aktif menjaga kawasan hutan lestari di wilayah tersebut.

Ia menyatakan, “Kami minta dukungan dan partisipasi nyata dari gubernur, bupati delapan kabupaten di Papua Pegunungan dalam menjaga kawasan hutan lestari di daerah ini, sehingga sasaran dalam menyaring karbon gas rumah kaca secara global terwujud.”

Kemenhut juga menilai pengelolaan hutan yang baik berpotensi membuka peluang kerja sama internasional dalam pelestarian hutan, pendanaan lingkungan, dan pengelolaan hutan berkelanjutan.

Kawasan hutan Papua Pegunungan seluas sekitar 5,1 juta hektare tersebut tersebar di Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya, Nduga, Tolikara, Yalimo, Mamberamo Tengah, Yahukimo, dan Pegunungan Bintang.

Penulis :
Shila Glorya