HOME  ⁄  Geopolitik

Filipina Undang Presiden Putin Hadiri KTT ASEAN ke-49 di Manila pada November 2026

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Filipina Undang Presiden Putin Hadiri KTT ASEAN ke-49 di Manila pada November 2026
Foto: (Sumber : Photo file: Presiden Rusia Vladimir Putin berpidato di hadapan peserta KTT ASEAN melalui tautan video di kediamannya di luar Moskow, Rusia, Kamis (28/10/2021). ANTARA FOTO/Sputnik/Evgeniy Paulin/Kremlin via REUTERS/AWW/djo..)

Pantau - Presiden Rusia Vladimir Putin telah menerima undangan resmi untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-49 yang akan digelar di Manila, Filipina, pada 10–12 November 2026, namun hingga kini pemerintah Filipina masih menunggu tanggapan dari Moskow.

Filipina Menunggu Respons Kremlin

Duta Besar Filipina untuk Rusia Igor Bailen mengatakan undangan resmi kepada Presiden Putin telah dikirim sejak tahun lalu atau awal tahun ini.

“Sejauh yang saya ingat, (undangan resmi untuk Putin) telah dikirim tahun lalu atau awal tahun ini,” ungkap Bailen kepada RIA Novosti.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada jawaban resmi yang diterima dari Kementerian Luar Negeri Rusia maupun Kremlin.

“Kami masih menunggu respons dari Kementerian Luar Negeri Rusia atau Kremlin, dan saya harap Vladimir Vladimirovich Putin dapat mengunjungi negara kami,” ujarnya.

Filipina saat ini memegang keketuaan ASEAN dan menjadi tuan rumah pelaksanaan KTT ASEAN ke-49.

KTT ASEAN Akan Bahas Berbagai Agenda Regional

KTT ASEAN ke-49 dijadwalkan berlangsung di Manila pada 10 hingga 12 November 2026 dengan menghadirkan para pemimpin negara anggota ASEAN dan mitra dialog kawasan.

Selain agenda utama ASEAN, pertemuan tersebut juga akan mencakup berbagai forum strategis, termasuk pertemuan ASEAN dengan mitra wicara serta KTT Asia Timur (East Asia Summit atau EAS).

Forum EAS mempertemukan para pemimpin ASEAN dengan negara-negara mitra untuk membahas isu politik, keamanan, dan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik.

Kehadiran Presiden Putin dalam forum tersebut dinilai dapat memperkuat komunikasi Rusia dengan negara-negara Asia Tenggara di tengah dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

Penulis :
Ahmad Yusuf