
Pantau - Presiden Timor-Leste José Ramos-Horta mendesak ASEAN untuk terus melanjutkan dialog intensif dengan otoritas Myanmar guna membantu meredakan berbagai permasalahan yang sedang terjadi di negara tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Ramos-Horta di Jakarta setelah memberikan kuliah dalam acara Leadership Lecture yang diselenggarakan oleh Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA).
Ia menegaskan perwakilan ASEAN perlu menjalin komunikasi langsung dengan pemimpin militer Myanmar sebagai bagian dari upaya penyelesaian krisis yang berlangsung.
Menurut Ramos-Horta, implementasi posisi dan kebijakan ASEAN terkait Myanmar hanya dapat dilakukan melalui dialog dengan pihak yang saat ini memegang kekuasaan di negara tersebut.
Ia mengingatkan ASEAN tidak perlu menunggu pemulihan demokrasi di Myanmar untuk memulai atau melanjutkan dialog aktif dengan otoritas setempat.
Menurutnya, komunikasi dan keterlibatan diplomatik tetap perlu dijalankan dalam kondisi yang ada saat ini.
Dialog Dinilai Menjadi Kunci Implementasi Kebijakan ASEAN
Ramos-Horta menilai ASEAN telah memberikan respons terhadap perkembangan situasi di Myanmar.
Salah satu perkembangan yang disorotinya adalah pemberian amnesti dan pembebasan sejumlah tahanan pada pertengahan April 2026.
"Yang paling penting saat ini adalah mendorong pemimpin Myanmar untuk melanjutkan kebijakan yang telah dilakukan, termasuk pembebasan tahanan politik," ungkap Ramos-Horta.
Ia secara khusus menyoroti kondisi Aung San Suu Kyi yang disebut termasuk tokoh yang menerima amnesti dari otoritas Myanmar.
Menurut Ramos-Horta, Suu Kyi seharusnya dibebaskan sepenuhnya.
Ia juga menyarankan agar Suu Kyi diizinkan kembali tinggal di rumahnya sendiri.
Pertimbangan tersebut didasarkan pada kondisi kesehatan Suu Kyi yang dinilai membutuhkan perhatian medis lebih lanjut.
Ramos-Horta mengajak otoritas Myanmar menunjukkan pendekatan yang lebih humanis dalam menangani tahanan politik.
Ia juga mendorong kerja sama dengan mediator atau pihak yang dianggap tepat oleh pemerintah Myanmar.
Tujuannya adalah membebaskan lebih banyak tahanan serta mempercepat proses penyelesaian krisis secara dinamis.
ASEAN Terus Mencari Konsensus Terkait Myanmar
Para pemimpin ASEAN berkomitmen membantu Myanmar dalam menyelesaikan krisis politik yang berlangsung.
Upaya tersebut tetap berpedoman pada Konsensus Lima Poin atau 5PC.
Ramos-Horta menyatakan tidak keberatan apabila Myanmar kembali terlibat secara penuh dalam agenda ASEAN.
Namun, keterlibatan penuh tersebut bergantung pada pemenuhan komitmen Myanmar terhadap ASEAN.
Perbaikan kondisi politik dan situasi dalam negeri Myanmar juga menjadi syarat penting untuk mendukung langkah tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menyampaikan para pemimpin negara Asia Tenggara pada dasarnya sepakat untuk terus mengupayakan tercapainya konsensus mengenai isu Myanmar dalam KTT ASEAN ke-48.
Menurut Kao Kim Hourn, ASEAN masih membuka ruang diskusi untuk menentukan langkah-langkah lanjutan yang perlu ditempuh dalam menangani persoalan Myanmar.
Pembahasan mengenai kebijakan dan pendekatan ASEAN terhadap Myanmar masih terus berlangsung di tingkat regional.
- Penulis :
- Shila Glorya





