
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan menghentikan perundingan dengan Iran apabila negara tersebut memungut tarif, biaya asuransi, maupun pungutan lain terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz, sebagaimana disampaikan melalui platform Truth Social pada Rabu (24/6).
Trump Tegaskan Sikap soal Selat Hormuz
Trump mengatakan Iran telah menyampaikan kepada Amerika Serikat bahwa tidak akan mengenakan biaya apa pun terhadap kapal yang melintasi Selat Hormuz.
"Iran telah menginformasikan kepada AS bahwa, terlepas dari pemberitaan berita palsu yang memicu keributan dan menyatakan sebaliknya, tidak ada 'tarif, biaya asuransi, dan pungutan lain dalam bentuk apa pun yang diminta atau diterima Iran dari kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz'. Jika informasi ini ternyata tidak benar, perundingan akan langsung berakhir!," ungkapnya.
Trump juga membantah spekulasi yang menyebut Amerika Serikat telah memberikan dana secara langsung kepada Iran.
"Selain itu, tidak ada uang yang diberikan kepada Iran, atau dicairkan kepada mereka dari dana milik Iran, oleh AS," tegasnya.
Ia menjelaskan Gedung Putih hanya dapat mencairkan sebagian aset Iran yang berada di bawah kendali Amerika Serikat untuk membeli produk pertanian dari petani dan peternak Amerika Serikat.
"Kami akan mencairkan sebagian dana mereka, yang sepenuhnya berada di bawah kendali kami, untuk para Petani dan Peternak kami, untuk pembelian Jagung, Gandum, Kedelai, dan lainnya. Kami akan membelinya untuk mereka secara eksklusif dari Amerika Serikat," ujarnya.
Iran dan Oman Bahas Keamanan Pelayaran
Pernyataan Trump disampaikan sehari setelah Iran dan Oman menerbitkan pernyataan bersama yang menegaskan komitmen kedua negara untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
Kedua negara juga sepakat melanjutkan pembahasan guna mencapai kesepahaman mengenai pengelolaan navigasi di Selat Hormuz pada masa mendatang, termasuk pembahasan mengenai "biaya" layanan pemungutan tarif terkait.
Sementara itu, kantor berita semiresmi Iran, Fars, melaporkan pada Selasa (23/6) bahwa hanya sejumlah kecil kapal yang diizinkan melintas setiap hari melalui Selat Hormuz berdasarkan koordinasi dengan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) Iran.
Fars juga melaporkan Selat Hormuz telah ditutup selama beberapa hari setelah tindakan yang disebut sebagai "bermusuhan" Israel terhadap Lebanon.
Menurut Fars, penutupan tersebut turut dipicu oleh "pelanggaran" Amerika Serikat terhadap komitmennya dalam nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang baru ditandatangani antara Amerika Serikat dan Iran.
MoU tersebut disebut menjadi dasar peta jalan selama 60 hari menuju tercapainya kesepakatan perdamaian akhir.
- Penulis :
- Shila Glorya





