HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Sebut Iran Minta Pertemuan dengan AS di Doha, Teheran Bantah Jadwal Pembicaraan Teknis

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Trump Sebut Iran Minta Pertemuan dengan AS di Doha, Teheran Bantah Jadwal Pembicaraan Teknis
Foto: (Sumber :Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Xinhua/aa..)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran telah meminta pertemuan dengan Amerika Serikat yang dijadwalkan berlangsung di Doha, Qatar, pada Selasa (30/6), sementara pemerintah Iran membantah adanya jadwal pembicaraan teknis antara kedua negara pada pekan ini.

Trump Umumkan Rencana Pertemuan di Doha

Trump menyampaikan pernyataan tersebut melalui platform media sosial Truth Social pada Senin (29/6).

"Iran telah meminta pertemuan. Pertemuan itu akan berlangsung besok di Doha," ungkap Trump.

Mengutip seorang pejabat Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya, kedua negara disebut telah sepakat membahas isu pelayaran di Selat Hormuz dalam pertemuan tersebut.

Iran Tegaskan Belum Ada Jadwal Pembicaraan Teknis

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi membantah laporan media mengenai rencana pembicaraan teknis antara Teheran dan Washington di Doha.

"Tidak ada pertemuan teknis kelompok kerja yang dijadwalkan untuk minggu ini. Meskipun demikian, konsultasi dengan Qatar—termasuk mengenai pemenuhan kewajiban pihak lain berdasarkan memorandum—terus berlanjut," ungkap Gharibabadi.

Ia menambahkan, "Namun, laporan media tentang pembicaraan teknis antara kelompok kerja di Doha tetap belum terkonfirmasi."

Menurut Gharibabadi, Iran dan Amerika Serikat akan menggelar pertemuan teknis setelah waktu dan lokasi disepakati, sementara konsultasi mengenai agenda tersebut masih berlangsung melalui perantara.

Pada 18 Juni, Iran dan Amerika Serikat menandatangani memorandum secara daring yang mengatur pengakhiran konflik militer yang dimulai pada 28 Februari.

Memorandum tersebut juga mengatur tenggat waktu pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran, pemulihan pelayaran di Selat Hormuz, komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, serta rencana negosiasi lanjutan mengenai program nuklir dalam waktu 60 hari dengan harapan Teheran memperoleh pencabutan sanksi.

Penulis :
Ahmad Yusuf