
Pantau - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan tidak ada perubahan dalam kebijakan Washington terhadap Taiwan dan menekankan bahwa mempertahankan status quo merupakan cara terbaik untuk menjaga stabilitas kawasan di tengah meningkatnya perhatian terhadap hubungan AS dan China.
Rubio menyampaikan pernyataan tersebut saat memberikan kesaksian di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat AS pada Selasa (2/6) waktu setempat.
"Hal yang paling penting untuk dipahami adalah bahwa kami ingin melihat status quo tetap dipertahankan seperti saat ini. Itulah kebijakan kami. Itulah yang telah kami katakan. Dan itulah yang terus kami katakan," ungkapnya.
Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut penjualan senjata kepada Taiwan dapat menjadi alat tawar dalam hubungan dengan China sehingga memunculkan kekhawatiran mengenai komitmen Washington terhadap keamanan Taiwan.
Penjualan Senjata Taiwan Jadi Sorotan
Rubio menegaskan bahwa kebijakan AS terhadap Taiwan tidak berubah meskipun terdapat pembahasan mengenai paket penjualan senjata senilai 14 miliar dolar AS yang masih tertunda.
Menurutnya, proses pengambilan keputusan terkait penjualan senjata tidak dipengaruhi tekanan dari pemerintah China.
"Mereka terus-menerus membicarakan penjualan senjata ke Taiwan, tetapi hal itu sama sekali bukan faktor yang menghambat proses pengambilan keputusan kami," katanya.
Ia menambahkan keputusan mengenai waktu dan mekanisme pelaksanaan penjualan senjata tersebut sepenuhnya berada di tangan Presiden AS.
Rubio juga menilai dialog antara Washington dan Beijing tetap penting mengingat kedua negara merupakan kekuatan paling berpengaruh di dunia.
"Jelas ada sejumlah persoalan yang sangat mengganggu dalam hubungan kami dengan China," ujarnya.
Menurut Rubio, AS berupaya mengelola stabilitas strategis dengan China meskipun persaingan di berbagai sektor diperkirakan akan berlangsung selama beberapa dekade ke depan.
Perundingan dengan Iran Masih Berjalan
Dalam kesempatan yang sama, Rubio turut membahas perkembangan hubungan AS dengan Iran yang menjadi salah satu isu utama dalam sidang Kongres tersebut.
Ia mengakui proses negosiasi yang berlangsung melalui mediator tidak berjalan mudah karena dinamika politik internal Iran.
Meski demikian, Rubio menyebut pejabat Iran kini mulai bersedia membahas sejumlah aspek program nuklir yang sebelumnya tidak pernah masuk dalam ruang negosiasi.
"Itu bukan jaminan bahwa pada akhirnya akan menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima Senat atau masyarakat Amerika. Namun, kami akan dapat melibatkan mereka dalam sebuah proses untuk benar-benar menguji sejauh mana mereka bersedia melangkah," katanya.
Sementara itu, Presiden Trump menyatakan AS dan Iran masih terus melakukan komunikasi dan perundingan meskipun muncul laporan yang menyebut kedua negara sempat menghentikan pertukaran pesan dalam beberapa hari terakhir.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





