HOME  ⁄  Geopolitik

Spanyol Menegaskan Penolakan terhadap Intervensi Militer di Amerika Latin Terkait Situasi Kuba

Oleh Leon Weldrick
SHARE   :

Spanyol Menegaskan Penolakan terhadap Intervensi Militer di Amerika Latin Terkait Situasi Kuba
Foto: Foto arsip - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez (sumber: Media Center G20 Indonesia/M Risyal Hidayat)

Pantau - Pemerintah Spanyol menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk intervensi militer di negara-negara Amerika Latin menyusul spekulasi mengenai kemungkinan operasi militer Amerika Serikat terhadap Kuba, sebagaimana disampaikan Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares dalam wawancara dengan Financial Times.

Albares menegaskan bahwa Spanyol tidak dapat menerima tindakan intervensi militer terhadap negara-negara di kawasan tersebut.

Ia mengatakan, "Kami tidak menerima intervensi militer di negara-negara Amerika Latin. Bagi kami, Amerika Latin jauh melampaui kebijakan luar negeri Spanyol."

Spanyol Tekankan Ikatan Historis dengan Amerika Latin

Albares menyatakan hubungan Spanyol dengan negara-negara Amerika Latin memiliki ikatan yang sangat erat dan bersifat historis.

Menurutnya, negara-negara di kawasan tersebut memiliki hubungan persaudaraan dengan Spanyol.

Ia mengungkapkan, "Itu adalah negara-negara yang memiliki ikatan persaudaraan dengan kami. Kami tidak melihat mereka sebagai negara asing."

Pernyataan tersebut menunjukkan sikap Spanyol yang menolak penggunaan kekuatan militer sebagai solusi terhadap persoalan politik di kawasan Amerika Latin.

Pemerintah Spanyol juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan persaudaraan dan stabilitas kawasan dibandingkan pendekatan militer.

Tekanan Amerika Serikat terhadap Kuba Meningkat

Sebelumnya pada Mei 2026, Kementerian Luar Negeri Kuba menyatakan bahwa negaranya siap membela diri apabila terjadi serangan dari pihak luar.

Dalam beberapa bulan terakhir, Amerika Serikat meningkatkan tekanan politik dan ekonomi terhadap Kuba.

Salah satu langkah yang diambil terjadi pada Januari 2026 ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mengizinkan penerapan tarif impor terhadap negara-negara pemasok minyak ke Kuba.

Pada saat yang sama, Trump juga menyatakan keadaan darurat nasional dengan alasan adanya dugaan ancaman Kuba terhadap keamanan nasional Amerika Serikat.

Kebijakan tersebut dinilai memperberat tekanan ekonomi yang sedang dihadapi Kuba.

Dampak yang muncul antara lain meningkatnya kekurangan bahan bakar minyak di negara tersebut.

Kondisi tersebut turut memengaruhi operasional pembangkit listrik di Kuba.

Sektor transportasi mengalami gangguan akibat keterbatasan pasokan energi.

Produksi pangan juga terdampak oleh situasi tersebut.

Selain itu, layanan kesehatan menghadapi berbagai kendala akibat berkurangnya pasokan energi dan bahan bakar.

Sektor pendidikan turut merasakan dampak dari tekanan ekonomi yang semakin besar.

Sikap Spanyol tersebut sekaligus mencerminkan perhatian pemerintah negara itu terhadap perkembangan situasi politik dan ekonomi yang sedang berlangsung di Kuba.

Penulis :
Leon Weldrick