
Pantau - Iran masih melakukan kajian terhadap teks final dari kemungkinan kesepakatan dengan Amerika Serikat dan hingga kini belum memberikan tanggapan resmi maupun mengirimkan respons atas dokumen tersebut, menurut laporan kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, yang mengutip sumber yang mengetahui perkembangan perundingan.
Sumber tersebut menyebutkan Iran berupaya memastikan bahwa kesepakatan yang dicapai nantinya memberikan manfaat yang nyata dan konkret bagi negara tersebut.
Iran juga mempertimbangkan pengalaman hubungan dengan Amerika Serikat di masa lalu dalam mengevaluasi isi kesepakatan yang sedang dibahas.
Sumber itu mengatakan Iran memandang proses tersebut dengan "sangat hati-hati."
Iran Evaluasi Kesepakatan dengan Penuh Kehati-hatian
Menurut sumber yang dikutip Mehr, sejarah ketidakpatuhan Amerika Serikat serta ketidakpercayaan yang telah berlangsung lama menjadi faktor utama dalam proses evaluasi terhadap teks kesepakatan tersebut.
Hingga saat ini belum ada keputusan akhir yang diumumkan oleh Teheran terkait penerimaan atau penolakan terhadap usulan kesepakatan yang diajukan.
Proses kajian tersebut berlangsung di tengah berbagai upaya diplomatik yang masih dilakukan untuk mencari solusi atas konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Gencatan Senjata Berlaku, Kesepakatan Damai Permanen Belum Tercapai
Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Sebagai respons, Iran melancarkan serangan balasan yang menargetkan Israel dan sekutu-sekutu Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Iran juga menutup Selat Hormuz sebagai bagian dari respons terhadap konflik tersebut.
Setelah periode eskalasi, gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan.
Meski gencatan senjata berhasil diterapkan, perundingan lanjutan yang berlangsung di Islamabad berakhir tanpa tercapainya penyelesaian yang bersifat final.
Iran menegaskan bahwa salah satu syarat utama untuk mengakhiri konflik secara permanen adalah penghentian pertempuran di seluruh wilayah konflik.
Persyaratan tersebut mencakup penghentian operasi militer di Lebanon yang menurut Iran masih berlangsung sejak awal Maret 2026 akibat serangan terbaru Israel.
Iran menilai penghentian konflik di Lebanon merupakan bagian penting dari penyelesaian konflik secara menyeluruh.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin mengatakan dirinya telah meminta Kepala Otoritas Israel Benjamin Netanyahu untuk menarik pasukan Israel dari Beirut.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari upaya diplomatik yang sedang berlangsung guna meredakan ketegangan dan mendorong tercapainya kesepakatan permanen antara pihak-pihak yang terlibat konflik.
- Penulis :
- Leon Weldrick





