
Pantau - Pentagon berencana menggelar kompetisi bagi perusahaan kecil dan startup untuk menyeleksi pemasok 300.000 drone serang berukuran kecil dalam program pengadaan militer senilai 1,1 miliar dolar AS atau sekitar Rp18 triliun.
Kompetisi tersebut akan berlangsung selama 18 bulan dan menjadi bagian dari strategi Amerika Serikat memperkuat kemampuan perang drone di masa depan.
Dalam rancangan anggaran pertahanan tahun mendatang, Pentagon mengalokasikan dana sebesar 54,6 miliar dolar AS untuk mendukung pengembangan unit perang drone yang diperluas secara signifikan.
Pentagon memperkirakan militer AS membutuhkan pembelian drone kecil dalam jumlah besar setiap tahun guna menghadapi kebutuhan operasi modern di berbagai medan tempur.
Drone Murah untuk Operasi Tempur
Setiap unit drone diperkirakan memiliki harga sekitar 5.000 dolar AS dan dirancang sebagai sistem sekali pakai.
Model tersebut membuat kehilangan drone di medan perang tidak dianggap sebagai kerugian besar bagi anggaran pertahanan.
Sejumlah perusahaan telah masuk dalam daftar unggulan kompetisi tersebut, termasuk perusahaan Inggris Skycutter dan perusahaan Amerika Serikat Neros.
Neros diketahui telah bekerja sama dengan Angkatan Darat AS dan Korps Marinir AS dalam sejumlah proyek sebelumnya.
Pentagon berencana mempersempit peserta menjadi tiga hingga lima pemasok utama setelah melalui serangkaian pengujian ketat.
Uji Coba Mirip Kondisi Perang
Militer AS melakukan pengujian dengan skenario yang menyerupai misi tempur nyata untuk menilai kemampuan sistem drone yang ditawarkan peserta.
Tahap pertama kompetisi telah berlangsung pada Februari 2026 di Fort Benning, Georgia, dengan melibatkan 26 perusahaan.
Para peserta diberikan waktu dua jam untuk melatih pilot militer mengoperasikan sistem mereka sebelum drone diuji di lapangan.
Dalam pengujian tersebut, drone harus mampu menghantam target berukuran meja pada jarak hingga sembilan kilometer.
Selain itu, drone juga diuji untuk menjalankan misi penghancuran bahan peledak yang ditempatkan di dalam bangunan.
Program ini menunjukkan fokus Pentagon dalam mempercepat pengembangan teknologi drone serang sebagai bagian penting dari modernisasi kekuatan militer Amerika Serikat.
- Penulis :
- Aditya Yohan





