
Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan meluapkan kemarahan kepada Kepala Otorita Israel Benjamin Netanyahu dalam percakapan telepon pada Senin (1/6), menyusul meningkatnya ketegangan akibat serangan Israel ke Lebanon.
Trump Nilai Respons Israel Berlebihan
Laporan Axios yang mengutip sejumlah sumber menyebut Trump menilai respons Israel terhadap serangan Hizbullah tidak proporsional dan justru memperburuk situasi di kawasan.
“Anda pasti sudah ada di penjara kalau bukan karena saya. Semua orang sekarang membenci Anda. Semua orang membenci Israel karena hal ini,” ungkap Trump kepada Netanyahu, menurut salah satu sumber yang dikutip Axios.
Trump disebut memahami adanya peningkatan serangan Hizbullah yang berbasis di Lebanon terhadap Israel dalam beberapa hari terakhir.
Namun, ia menilai langkah balasan yang dilakukan Tel Aviv telah memicu eskalasi yang lebih besar.
Sejumlah sumber juga mengatakan Trump menyebut Netanyahu “gila” dan melontarkan kata-kata kasar saat percakapan berlangsung.
Gencatan Senjata Lebanon-Israel Terus Diuji
Ketegangan terjadi di tengah upaya mempertahankan gencatan senjata yang diumumkan setelah pembicaraan langsung antara duta besar Lebanon dan Israel di Washington pada 16 April.
Usai pertemuan tersebut, Trump mengumumkan tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Lebanon dan Israel.
Meski demikian, Israel dilaporkan masih melancarkan serangan harian terhadap puluhan permukiman di Lebanon selatan dan mempertahankan kendali tembakan di sejumlah wilayah perbatasan.
Sebagai respons, Hizbullah terus melakukan operasi militer terhadap pasukan Israel.
Situasi tersebut juga memicu reaksi dari Iran.
Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf pada Senin (1/6) menyatakan Teheran akan menghentikan negosiasi dengan Amerika Serikat dan mengambil tindakan terhadap Israel apabila serangan di Lebanon terus berlanjut.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





