HOME  ⁄  Geopolitik

Trump Klaim Israel dan Hizbullah Sepakat Hentikan Serangan di Tengah Gencatan Senjata Lebanon

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Trump Klaim Israel dan Hizbullah Sepakat Hentikan Serangan di Tengah Gencatan Senjata Lebanon
Foto: (Sumber : Jejak kejahatan Israel: Jalan-jalan wilayah Dahieh yang hancur setelah dimulainya gencatan senjata sementara selama 10 hari antara Israel dan Lebanon pada 17 April 2026 di Beirut, Lebanon. ANTARA/Houssam Shbaro/Anadolu/pri..)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Israel dan kelompok Hizbullah telah sepakat menghentikan serangan satu sama lain setelah serangkaian komunikasi yang melibatkan kedua pihak di tengah konflik yang masih berlangsung di Lebanon.

Trump Sebut Israel dan Hizbullah Setuju Hentikan Permusuhan

Trump mengungkapkan kesepakatan tersebut melalui platform Truth Social pada Senin (1/6) setelah melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Trump mengatakan, "Tidak akan ada pasukan yang pergi ke Beirut, dan pasukan mana pun yang sedang dalam perjalanan telah dipulangkan."

Ia menjelaskan telah menerima jaminan dari Israel bahwa tidak akan ada pengerahan pasukan menuju ibu kota Lebanon.

Menurut Trump, komunikasi juga dilakukan dengan Hizbullah melalui perantara tingkat tinggi.

"Demikian pula, melalui perwakilan tingkat tinggi, saya melakukan pembicaraan yang sangat baik dengan Hizbullah, dan mereka setuju bahwa semua penembakan akan berhenti—bahwa Israel tidak akan menyerang mereka, dan mereka tidak akan menyerang Israel," ungkapnya.

Konflik Masih Berlangsung di Tengah Gencatan Senjata

Pernyataan Trump muncul di tengah situasi keamanan yang masih memanas meskipun gencatan senjata antara Israel dan Lebanon mulai berlaku pada 17 April dan kemudian diperpanjang selama 45 hari melalui mediasi Amerika Serikat.

Israel diketahui masih melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Lebanon dalam beberapa bulan terakhir.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan serangan Israel sejak 2 Maret telah menyebabkan lebih dari 3.400 orang meninggal dunia di berbagai wilayah negara tersebut.

Kesepakatan penghentian permusuhan yang diklaim Trump diharapkan dapat meredakan ketegangan dan mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Penulis :
Aditya Yohan