HOME  ⁄  Geopolitik

Donald Trump Pilih Tidak Bereaksi Jika Iran Hentikan Pembicaraan Damai dengan Amerika Serikat

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Donald Trump Pilih Tidak Bereaksi Jika Iran Hentikan Pembicaraan Damai dengan Amerika Serikat
Foto: (Sumber : Arsip foto - Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan kepada pers sebelum menaiki helikopter Marine One di Gedung Putih di Washington, D.C. (12/5/2026). ANTARA/Anadolu Agency/pri..)

Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan memilih untuk tidak bereaksi apabila Iran memutuskan menghentikan pembicaraan damai tidak langsung dengan Washington di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.

Trump Tegaskan Tetap Pertahankan Blokade terhadap Iran

Trump menyampaikan sikap tersebut saat memberikan pernyataan kepada NBC News pada Senin (1/6).

Ia mengatakan, "Saya pikir kita sudah terlalu banyak bicara, jika Anda ingin tahu yang sebenarnya. Saya pikir diam akan sangat baik."

Meski demikian, Trump menegaskan penghentian pembicaraan tidak serta-merta berarti dimulainya kembali serangan langsung antara kedua negara.

Menurutnya, Amerika Serikat tetap akan mempertahankan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Trump mengungkapkan bahwa Washington siap menunggu selama yang diperlukan karena menurutnya Iran mengalami dampak besar akibat kebijakan tersebut.

Ia menilai tekanan ekonomi melalui blokade masih menjadi instrumen utama Amerika Serikat dalam menghadapi Iran.

Iran Hentikan Kontak sebagai Bentuk Protes

Pernyataan Trump muncul setelah kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa Teheran menghentikan pembicaraan damai melalui mediator.

Langkah tersebut disebut sebagai bentuk protes atas serangan Israel di Lebanon.

Keputusan Iran menambah ketidakpastian terhadap upaya diplomatik yang selama ini berlangsung antara kedua negara.

Hubungan Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa pekan terakhir menjadi sorotan setelah kedua pihak terus bertukar pesan terkait kemungkinan tercapainya kesepakatan.

Situasi tersebut juga terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional yang melibatkan Israel, Lebanon, dan sejumlah negara di Timur Tengah.

Penulis :
Ahmad Yusuf