HOME  ⁄  Geopolitik

Inggris Tingkatkan Persediaan Rudal Martlet untuk Antisipasi Potensi Ancaman Iran

Oleh Ahmad Yusuf
SHARE   :

Inggris Tingkatkan Persediaan Rudal Martlet untuk Antisipasi Potensi Ancaman Iran
Foto: (Sumber : Arsip foto - Istana Westminster, yang umum dikenal sebagai Gedung Parlemen dan menara Big Ben yang terletak di London, Inggris. ANTARA/Anadolu/py..)

Pantau - Inggris meningkatkan persediaan rudal pertahanan udara jarak pendek Martlet sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi konflik dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.

Langkah tersebut dilaporkan oleh surat kabar The Times pada Minggu (31/5/2026) dan menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan pertahanan Inggris terhadap ancaman serangan drone maupun serangan udara lainnya.

Rudal Martlet yang dikembangkan perusahaan Prancis Thales Air Defence untuk Inggris merupakan rudal berpemandu laser dengan kecepatan hingga Mach 1,5 dan jangkauan lebih dari enam kilometer.

Rudal tersebut dirancang untuk digunakan pada helikopter, kapal perang, platform darat, hingga sistem pertahanan udara portabel yang dapat dioperasikan personel militer.

Persiapan Hadapi Ancaman di Timur Tengah

Menurut laporan The Times, Inggris tengah mengisi kembali stok ratusan rudal berteknologi tinggi yang mampu menjatuhkan drone.

Kebijakan itu dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa Iran atau kelompok-kelompok yang didukung Teheran dapat melancarkan serangan terhadap pangkalan sekutu di kawasan Timur Tengah.

Laporan tersebut juga menyebut pasukan khusus Inggris yang bertugas di Timur Tengah akan mulai menerima rudal Martlet dalam beberapa bulan mendatang.

Sebelumnya, pada April 2026, media i Paper melaporkan para pejabat Inggris mengkhawatirkan kemungkinan serangan Iran terhadap pangkalan gabungan Inggris-Amerika Serikat dan fasilitas diplomatik Inggris yang digunakan untuk koordinasi militer.

Rudal Martlet dan Ancaman Drone

Rudal Martlet memiliki bobot 13 kilogram dengan panjang 1,3 meter dan diameter 76 milimeter.

Sebagai rudal multiguna, sistem ini dinilai efektif untuk menghadapi ancaman drone yang semakin sering digunakan dalam konflik modern.

Pada Maret 2026, pangkalan militer Inggris di Akrotiri, Siprus, dilaporkan menjadi sasaran serangan drone.

Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan drone tersebut diduga berasal dari Lebanon atau Irak.

Peningkatan persediaan rudal Martlet menjadi bagian dari langkah Inggris memperkuat kesiapsiagaan militer di tengah situasi keamanan yang terus berkembang di kawasan Timur Tengah.

Penulis :
Ahmad Yusuf