
Pantau - India mengajukan permintaan resmi kepada Prancis untuk pembelian 114 jet tempur Dassault Rafale guna memperkuat armada Angkatan Udara India dan memenuhi kebutuhan pesawat tempur multirole generasi 4+.
Permintaan tersebut disampaikan setelah Dewan Akuisisi Pertahanan India (Defence Acquisition Council/DAC) pada Januari 2026 memberikan persetujuan awal terhadap rencana pembelian tersebut.
Berdasarkan laporan kantor berita ANI yang mengutip sumber pertahanan India, surat permintaan resmi telah dikirim kepada pemerintah Prancis pada pekan lalu.
Nilai Transaksi Diperkirakan Capai Rp606 Triliun
Paket pengadaan tersebut terdiri atas 88 jet Rafale varian kursi tunggal dan 26 jet varian kursi ganda.
Pemerintah Prancis diperkirakan akan memberikan tanggapan dalam waktu dua hingga tiga bulan mendatang.
Kedua negara juga menargetkan penyelesaian negosiasi kontrak dalam kurun waktu satu tahun.
Nilai transaksi pembelian 114 jet tempur itu diperkirakan mencapai 34 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp606,9 triliun.
Pengadaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kekuatan skuadron tempur India di tengah kebutuhan modernisasi alat utama sistem persenjataan.
Mayoritas Pesawat Akan Diproduksi di India
Laporan tersebut menyebut sebanyak 94 dari 114 pesawat Rafale akan diproduksi di India melalui kerja sama antara Dassault Aviation dan mitra industri lokal.
Rencana pembelian jet tempur itu juga diperkirakan menjadi salah satu agenda pembahasan dalam kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Prancis pada pertengahan Juni 2026.
Jika digabungkan dengan pesanan Rafale yang telah diajukan sebelumnya, total pemesanan India terhadap pesawat tempur buatan Prancis itu akan mencapai 176 unit.
Dengan jumlah tersebut, India akan menjadi operator Rafale terbesar di luar Prancis.
Angkatan Udara India diproyeksikan mengoperasikan sekitar 150 jet Rafale.
Sementara Angkatan Laut India akan menggunakan 26 unit Rafale yang telah dimodifikasi untuk kebutuhan operasional di kapal induk.
India Disiapkan Jadi Pusat Perawatan Rafale di Kawasan
Selain pengadaan pesawat, Dassault Aviation juga dilaporkan tengah membangun fasilitas pemeliharaan dan perbaikan Rafale di India.
Perusahaan tersebut berkomitmen menjadikan India sebagai pusat produksi serta perawatan pesawat Rafale untuk kawasan Asia Selatan.
Langkah tersebut dinilai akan memperkuat kerja sama pertahanan antara India dan Prancis sekaligus mendukung pengembangan industri pertahanan dalam negeri India.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf





